i
ETIKA GURU TERHADAP MASYARAKAT
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada mata kuliah
“Etika dan Profesi Keguruan”
Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Hj. S. Maryam Yusuf, M. Ag
Disusun Oleh Kelompok 12/PAI F:
1. Neli Sugiarti (201190188)
2. Novita Febrianti (201190203)
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO
2022
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan
segala rahmat-Nyalah akhirnya kami bisa menyusun makalah dengan judul Etika
Guru Terhadap Masyarakat. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu
Prof. Dr. Hj. S. Maryam Yusuf, M. Ag. selaku dosen pengampu kami yang telah
memberikan tugas ini kepada kami sehingga kami mendapatkan banyak tambahan
pengetahuan khususnya dalam masalah Etika Guru Terhadap Masyarakat.
Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami susun
ini bisa memberikan banyak manfaat serta menambah. Selain itu, kami menyadari
bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan yang membutuhkan
perbaikan, sehingga kami sangat mengharapkan masukan serta kritik dari para
pembaca.
Ponorogo, 30 April 2022
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i
KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii
DAFTAR ISI ..................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1
A. Latar Belakang ......................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................................... 2
C. Tujuan ...................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................... 3
A. Pengertian Guru ....................................................................................... 3
B. Pengertian Masyarakat ............................................................................. 4
C. Etika Guru Terhadap Masyarakat ............................................................. 6
BAB III PENUTUP .......................................................................................... 11
A. Kesimpulan ............................................................................................ 11
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 12
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Guru yang profesional sangat besar peranannya di dalam
mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu
peningkatan profesional tersebut adalah mendefinisikan kembeli kode etik
guru Indonesia yang akan menjadi arah atau pedoman bagi guru dalam
menjalankan tugasnya. Kode etik guru sebenarnya merupakan pedoman
bagi guru untuk tetap profesional. Guru merupakan sosok sentral dalam
pendidikan. Dengan guru maka peserta didik mampu mendapatkan hal
baru yang dapat membantunya untuk bisa bertahan dalam persaingan
kehidupan ini. Adanya guru tentu saja sangat berperan dalam
perkembangan pendidikan yang ada. Selain itu, tentu saja semua perilaku
yang ada dalam diri seorang guru menjadi contoh bagi muridnya. Disisi
lain, seorang guru itu sendiri juga harus memiliki etika demi mewujudkan
dan meningkatkan profesionalismenya sebagai guru. Karena guru
merupakan suatu profesi yang harus dibanggakan.
Guru dalam pandangan masyarakat juga merupakan sosok yang
luar biasa berpengaruh. Karena menurut masyarakat guru merupakan
sosok yang mampu membuat perubahan dan perbaikan bagi kondisi
masyarakat yang ada. Selain pada masyarakat, tentu seorang guru sangat
diperlukan pula bagi para wali peserta didik, sebab para wali peserta didik
tersebut sudah mempercayakan kepada seorang guru agar mampu
mendidik, mengajar, dan membimbing anaknya. Bukan hanya sampai
disitu, guru disini juga harus memiliki etika terhadap para rekan
sejawatnya, karena guru ini akan berkumpul dengan rekan-rekan sesama
guru dalam mendidik, mengajar, dan membimbing para muridnya. Karena
sangat pentingnya kedudukan guru disini, tentu untuk menjaga hubungan
tersebut diperlukanlah etika guru itu se ndiri. Maka, untuk mengetahui
2
lebih jelas terkait etika guru, di dalam makalah ini penulis akan sedikit
mengulasnya.
B. Rumusan Masalah
1. Apa Yang Dimaksud Dengan Guru?
2. Apa Yang Dimaksud Dengan Masyarakat?
3. Bagaimana Etika Guru Terhadap Masyarakat?
C. Tujuan
1. Untuk Mengetahui Pengertian Guru.
2. Untuk Mengetahui Pengertian Masyarakat.
3. Untuk Mengetahui Etika Guru Terhadap Masyarakat.
3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Guru
Menurut karwati dan priansa Guru adalah fasilitator utama
disekolah, yang berfungsi untuk menggali, mengembangkan,
mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sehingga menjadi bagian
masyarakat yang beradab. Menurut Sanjaya guru merupakan orang yang
secara langsung berhadapan dengan sistem pembelajaran guru dapat
berperan sebagai perencanaan, desainer berperan sebagai implementator
atau mungkin keduanya. Di dalam masyarakat, dari yang paling
terbelakang sampai yang paling maju,guru memegang peranan penting.
Guru merupakan satu diantara pembentuk-pembentuk utama calon warga
masyarakat. Peranan guru tidak hanya terbatas sebagai pengajar
(penyampai ilmu pengetahuan), tetapi juga sebagai pembimbing,
pengembang, dan pengelola kegiatan pembelajaran yang dapat
memfasilitasi kegiatan belajar siswa dalam mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Jadi dapat disimpulkan bahwa guru sebagai orang yang
bertugas terkait dengan upaya mencerdaskan kedidupan bangsa dalam
semua aspeknya melalui mengoptimalan berbagai potensi yang dimiliki
oelh peserta didik.1
Tugas guru dalam proses belajar mengajar menurut Sabri Guru
merupakan memegang peranan utama dalam proses belajar mengajar.
Proses belajar mengajar merupaka suatu proses yang mengandung
serangkaian perbuatan guru dan siswa atau dasar hubungan timbal balik
yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan.Seorang
guru memiliki banyak tugas jika dikelompokan tugas guru berupa tugas
dalam bidang profesi, tugas kemanusiaan dan tugas dalam bidang
kemasyarakatan.
1 Heriyansyah, Guru Adalah Manajer Sesungguhnya di Sekolah, Jurnal Manajemen
Pendidikan Islam, Vol. 1, No. 1, Januari 2018, 118.
4
Tugas guru dalam proses belajar meliputi tugas paedagogis dan
tugas administrasi. Tugas paedagogis merupakan tugas membimbing dan
memimpin.
1. Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih.
Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup.
Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan keterampilan-keterampilan pada siswa.
2. Tugas guru bidang kemanusiaan disekolah harus dapat menjadikan
dirinya sebagai orang tua kedua. Ia harus mampu menarik simpati
sehingga ia menjadi idola para siswanya.Masyarakat menempatkan
guru sebagai orang yang lebih terhormat dilingkungan karena dari
seorang guru diharpkan masyarakat dapat memperoleh ilmu
pengetahuan.
Tugas guru tidak hanya sebatas didalam masyarakat, bahkan guru
pada hakikatnya merupakan komponen strategi yang memilih peran yang
penting dalam menentukan gerak maju kehidupan bangsa.Sabri Sebagai
yang dikemukakan diatas perkembangan baru terhadap pandangan belajar
mengajar membawa konsekuensi kepada guru untuk meningkatkan peran
dan kompetensinya karena proses belajar mengajar dan hasil belajar siswa
sebagian besar ditentukan oleh peranan dan kompetensi guru. 2
B. Pengertian Masyarakat
Salah satu definisi dari masyarakat pada awalnya adalah " a union
of families" atau masyarakat merupakan gabungan atau kumpulan dari
keluarga-keluarga. Awal dari masyarakat pun dapat kita katakan berasal
dari hubungan antar individu, kemudian kelompok yang lebih membesar
lagi menjadi suatu kelompok besar orang-orang yang disebut dengan
masyarakat.
2 Maulana Akbar Sanjani, Tugas dan Peranan Guru Dalam Proses Peningkatan Belajar
Mengajar, Jurnal Serunai Ilmu Pendidikan, Vol.6, No.1, Juni 2020, 36-37.
5
Menurut (Khairuddin, 2008). Masyarakat adalah suatu kesatuan
yang selalu berubah yang hidup karena proses masyarakat. Masyarakat
terbentuk melalui hasil interaksi yang kontinyu antar individu. Dalam
kehidupan bermasyarakat selalu dijumpai saling pengaruh mempengaruhi
antar kehidupan individu dengan kehidupan bermasyarakat. Menurut
Istilah Masyarakat atau Society artinya tidak diberikan ciri-ciri atau ruang
lingkup tertentu yang dapat dijadikan pegangan, untuk mengadakan suatu
analisa secara ilmiah. Istilah masyarakat mencakup masyarakat sederhana
yang buta huruf, sampai pada masyarakat-masyarakat industrial moderen
yang merupakan suatu negara. Istilah masyarakat juga digunakan untuk
menggambar kelompok manusia yang besar, sampai pada kelompok-kelompok kecil yang terorganisasi.
Menurut Soekanto Definisi Masyarakat adalah golongan besar atau
kecil yang terdiri dari beberapa manusia yang dengan atau karena
sendirinya bertalian secara golongan dan pengaruh-mempengaruhi satu
sama lain. Istilah Masyarakat kadang-kadang digunakan dalam artian
"gesellaachafi" atau sebagai asosiasi manusia yang ingin mencapai tujuan-tujuan tertentu yang terbatas isinya, sehingga direncanakan pembentukan
organisasiorganisasi tertentu.
Menurut Soekanto Masyarakat adalah kelompok manusia yang
sengaja dibentuk secara rasional untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan
tertentu. Suatu totalitas dari orang-orang yang saling tergantung dan yang
mengembangkan suatu kebudayaan tersendiri juga disebut masyarakat.
Walaupun penggunaan istilah-istilah masyarakat masih sangat samar -samar dan umum, akan tetapi hal itu dapat dianggap indikasi dari hakikat
manusia yang senantiasa ingin hidup bersama dengan orang-orang lain.
Bagaimanapun juga penggunaan istilah masyarakat tak akan mungkin
dilepas dari nila-nilai, norma-norma tradisi, kepentingan-kepentingan, dan
lain sebagainya. Oleh karena itu pengertian masyarakat tak mungkin
dipisahkan dari kebudayaan dan kepribadian
6
Berdasarkan pengertian menurut pendapat diatas maka dapat
disimpulkan masyarakat adalah hubungan satu orang/sekelompok
orangorang yang hidup secara mengelompok maupun individu dan
berinteraksi satu sama lain saling pengaruh dan mempengaruhi
menimbulkan perubahan sosial dalam kehidupan. 3
C. Etika Guru Terhadap Masyarakat
Sekolah berada ditengah-tengah masyarakat yang berfungsi
menjaga kelestarian nilai-nilai yang positif yang ada dalam masyarakat,
agar perwarisan nilai-nilai masyarakat itu berlangsung dengan baik dan
sekolah sebagai lembaga yang dapat mendorong perubahan nilai dan
tradisi itu sesuai dengan kemajuan dan tuntutan kehidupan serta
pembangunan oleh sebab itu diperlukan saling pemahaman antara sekolah
dan masyarakat. Adapun etika guru terhadap masyarakat adalah:
1. Guru hendaknya selalu berusaha berpartisipasi terhadap
lembaga serta organisasi-organisasi di dalam masyarakat yang
berhubungan dengan usaha pendidikan, sebab pada hakekatnya
pendidikan itu merupakan tugas pembangunan masyarakat dan
kemanusiaan.
2. Guru hendaknya melayani dan membantu memecahkan
masalah-masalah yang timbul dalam masyarakat sesuai fungsi
dan kemampuannya.
3. Guru hendaknya menghormati dan menyesuaikan diri dengan
adat kebiasaan masyarakat dengan sikap membangun.4
4. Guru menjalin komunikasi dan kerja sama yang harmonis,
efektif, dan efisien dengan masyarakat untuk memajukan dan
mengembangkan pendidikan.
3 Anang Sugeng Cahyono, Pengaruh Media Sosial Terhadap Perubahan Sosial
Masyarakat di Indonesia, Jurnal Bonorowo, Vol. 2, No. 1, 2014, 149.
4 Zulhimma, Eksistensi Etika Profesi Keguruan Dalam Dunia Pendidikan, (Bandung:
Alfabeta, 2015), 108.
7
5. Guru mengakomodasikan aspirasi masyarakat dalam
mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan dan
pembelajaran.
6. Guru peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam
masyarakat.
7. Guru bekerja sama secara arif dengan masyarakat untuk
meningkatkan prestise dan martabat profesinya.
8. Guru melakukan semua usaha untuk bersama-sama dengan
masyarakat berperan aktif dalam pendidikan dan meningkatkan
kesejahteraan siswanya.
9. Guru memberikan pandangan profesional, menjunjung tinggi
nilai-nilai agama, hukum, moral, dan kemanusiaan dalam
berhubungan dengan masyarakat.
10. Guru tidak boleh membocorkan rahasia sejawat dan siswanya
kepada masyarakat.
11. Guru tidak boleh menampilkan diri secara eksklusif dalam
kehidupan masyarakat.5
12. Menjadi teladan bagi masyarakat
Hendaknya kita menyadari bahwa tugas dan kewajiban untuk
mendidik bangsa tidak sebatas lingkungan sekolah saja. Secara
moral tugas dan kewajiban itu kita bawa selamanya ke
manapun kita pergi. Tidak berarti usai bel berakhir berdentang
usai segalanya. Justru kita sedang memasuki tugas dan
kewajiban baru di tengah-tengah masyarakat. Kalau di depan
anak didik kita harus bisa menampilkan sikap dan perilaku
yang patut diteladani, begitu pula di tengah-tengah masyarakat.
Keteladanan itu merupakan kunci membuka diri kita agar bisa
diterima dengan baik oleh masyarakat. Di sisi lain kita harus
menyadari bahwa keteladanan itu merupakan dambaan
5 Jamil Suprihatiningrum, Guru Profesional: Pedoman Kinerja, Kualifikasi, dan
Kompetensi Guru (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2013), 87-88.
8
masyarakat. Mereka selalu berharap guru berperan lebih nyata
di tengah masyarakat.6
13. Memiliki sifat andap asor
Kita lebih mudah diterima oleh masyarakat apabila memiliki
sifat apabila kita menampilkan sikap dan perilaku yang andap
asor. Berendah hati itu akan selalu membawa keberuntungan,
masyarakat menyukai pribadi-pribadi yang berendah hati.
Berendah hatilah karena itulah yang seharusnya kita lakukan.
Belajarlah pada tanaman padi, semakin berisi semakin tunduk.
Sadarlah bahwa ketika masyarakat melihat sosok seorang guru
citra yang melekat padanya adalah sosok yang berilmu. Orang
yang tinggi ilmunya akan berusaha menyembunyikan ilmunya
dalam-dalam sehingga sikap dan perilakunya andap asor.
Sebaliknya orang yang ilmunya hanya seujung kuku
alias cethek biasanya suka memamerkan diri.
14. Mau bergaul dengan masyarakat
Manusia adalah makhluk sosial, kita semua tahu, kita
semua saling membutuhkan, tidak mu ngkin seorang manusia
mencukupi kebutuhan hidupnya tanpa bantuan orang lain.
Sebagai makhluk sosial, interaksi antar sesama menjadi
kebutuhan mutlak, walaupun setiap manusia memiliki ego,
namun pada saat-saat tertentu ego harus ditinggalkan. Semua
guru yang baik semestinya pandai bergaul, ia tidak boleh
menutup diri seolah-olah tidak membutuhkan masyarakat
sekitarnya. Ia harus mau srawung dengan masyarakat
sekitarnya, karena dirinya merupakan bagian dari masyarakat
itu sendiri. Boleh-boleh saja ia menjaga privasinya, namun
hendaknya tidak bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
6 Soejitno Irhim, Menjadi Guru yang Digugu dan Ditiru. (Jakarta: Seyma Media, 2006),
151-152
9
Ia akan membaurkann dirinya ke tengah-tengah
masyarakat. Ia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
masyarakatnya. Seorang guru yang menyadari bahwa dirinya
dibutuhkan untuk berperan, tidak akan melarikan dari
kewajiban moralnya. Justru di tengah-tengah masyarakat itulah
ia bisa menampilkan dirinya secara utuh, secara moral ia tetap
seorang guru di luar lingkup sekolah. Rasanya kurang etis jika
ada guru yang tidak mau bergaul dengan masyarakat
sekitarnya. Padahal sebagai seorang guru harusnya bisa
membawa perubahan ke arah yang lebih baik di tengah
masyarakatnya, tidak malah mementingkan dirinya sendiri
dengan tidak mau tahu kebutuhan masyarakatnya. Ada
perasaan kurang pas jika ada guru yang bersikap
individualistis.
15. Tidak suka pamer
Ditengah-tengah masyarakat yang menjunjung tinggi
perbedaan, sikap pamer merupakan perilaku yang kurang
terpuji. Pamer hanya akan menciptakan situasi yang tidak
diinginkan, tidak ada orang yang suka kepada orang yang suka
memamerkan diri secara berlebihan.
Sifat pamer sebenarnya menunjukkan bahwa yang
bersangkutan tidak memiliki rasa percaya diri. Disamping itu
sikap pamer menunjukkan yang bersangkutan ingin diakui
lebih hebat dari orang lain. Ia tidak mau ada orang lain yang
mengalahkan dirinya baik soal kepandaian, kekayaan, pangkat,
dan sebagainya. Orang yang suka pamer membuktikan bahwa
dirinya kurang pandai menempatkan dirinya di tengah-tengah
masyarakat. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan,
kiranya ini sudah cukup untuk menangkal setiap keinginan kita
untuk memamerkan diri.
16. Peduli terhadap acara lingkungan
10
Berbicara tentang kepedulian, harus kita akui bahwa para
guru memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungannya.
Banyak sekali bapak guru kita yang menjadi tokoh terpandang
di tengah masyarakat karena kepeduliannya yang tinggi
terhadap lingkungan.
Semua itu membuktikan bahwa para pendidik kita masih
menjadi tumpuan masa depan bangsa. Di pundak merekalah
kita berharap banyak, mereka memikul tanggung jawab besar
dibanding dengan tingkat kesejahteraannya. Kita (yang bukan
guru) seharusnya memiliki kekaguman dan rasa malu karena
jerih payah mereka selama ini yang tak kenal keluh kesah.
17. Tidak pelit demi kepentingan lingkungan
Pelit, kikir atau medit termasuk perilaku yang tercela.
Orang yang dihatinya masih tumbuh bibit-bibit kepelitan akan
susah bergaul dengan masyarakat luas, sebab orang yang pelit
akan dijauhi. Orang yang pelit juga mencerminkan bahwa yang
bersangkutan hanya mau seenaknya sendiri tanpa mau
memikirkan kepentingan orang lain.
Banyak orang yang tidak memahami bahwa jika dirinya
pelit sebenarnya merugikan dirinya sendiri, bukan malah
menguntungkan. Kelihatannya menguntungkan, tetapi
sebenarnya tidak. Ada beberapa kerugian jika seseorang
bersikap pelit yaitu sebagai berikut:
a. Ia pasti akan dibenci dan dimusuhi tetangganya.
b. Kalau membutuhkan bantuan ia tidak akan ditanggapi oleh
tetangganya.
c. Tuhan membenci hamba-Nya yang pelit.7
7 Ibid. 166-167.
11
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Guru adalah fasilitator utama disekolah, yang berfungsi untuk
menggali, mengembangkan, mengoptimalkan potensi yang dimilikinya
sehingga menjadi bagian masyarakat yang beradab. Menurut Sanjaya
guru merupakan orang yang secara langsung berhadapan dengan
sistem pembelajaran guru dapat berperan sebagai perencanaan,
desainer berperan sebagai implementator atau mungkin keduanya.
2. Masyarakat adalah kelompok manusia yang sengaja dibentuk secara
rasional untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tertentu. Suatu
totalitas dari orang-orang yang saling tergantung dan yang
mengembangkan suatu kebudayaan tersendiri juga disebut masyarakat.
Walaupun penggunaan istilah-istilah masyarakat masih sangat samar -samar dan umum, akan tetapi hal itu dapat dianggap indikasi dari
hakikat manusia yang senantiasa ingin hidup bersama dengan orang-orang lain.
3. Terdapat beberapa etika guru terhadap masyarakat yaitu:
a. Guru hendaknya selalu berusaha berpartisipasi terhadap lembaga
serta organisasi-organisasi di dalam masyarakat.
b. Guru hendaknya melayani dan membantu memecahkan masalah-masalah yang timbul dalam masyarakat sesuai fungsi dan
kemampuannya.
c. Guru hendaknya menghormati dan menyesuaikan diri dengan adat
kebiasaan masyarakat dengan sikap membangun.
12
DAFTAR PUSTAKA
Akbar Sanjani, Maulana. 2020, Tugas dan Peranan Guru Dalam Proses
Peningkatan Belajar Mengajar, Jurnal Serunai Ilmu Pendidikan, Vol.6, No.1.
Heriyansyah. 2018, Guru Adalah Manajer Sesungguhnya di Sekolah,
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, Vol. 1, No. 1.
Irhim, Soejitno. 2006, Menjadi Guru yang Digugu dan Ditiru. Jakarta,
Seyma Media.
Suprihatiningrum, Jamil. 2013, Guru Profesional: Pedoman Kinerja,
Kualifikasi, dan Kompetensi Guru, Yogyakarta, Ar-Ruzz Media.
Sugeng Cahyono, Anang. 2014, Pengaruh Media Sosial Terhadap
Perubahan Sosial Masyarakat di Indonesia, Jurnal Bonorowo, Vol. 2, No. 1.
Zulhimma. 2015, Eksistensi Etika Profesi Keguruan Dalam Dunia
Pendidikan, Bandung, Alfabeta.