REFFLEKSI GURU IDEAL
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
“Etika dan Profesi Keguruan”
Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Hj. S. Maryam Yusuf, M.Ag.
Disusun Oleh Kelompok 13/PAI F:
1. Neng Yuni (201190189)
2. Novya Widyasari (201190204)
Jurusan Pendidikan Agama Islam
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo
2022
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan segala rahmat-Nyalah akhirnya kami bisa menyusun makalah dengan judul “Refleksi Guru Ideal”. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Prof. Dr. Hj. S. Maryam Yusuf, M.Ag. selaku dosen pengampu kami yang telah memberikan tugas ini kepada kami sehingga kami mendapatkan banyak tambahan pengetahuan khususnya dalam masalah Etika dan Profesi Keguruan.
Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami susun ini bisa memberikan banyak manfaat serta menambah pengetahuan terutama dalam hal “Refleksi Guru Ideal”. Selain itu, kami menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan dan membutuhkan perbaikan, sehingga kami sangat mengharapkan masukan serta kritik dari para pembaca.
Ponorogo, 20 Mei 2022
Penyusun
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .........................................................................................i
KATA PENGANTAR ......................................................................................ii
DAFTAR ISI .....................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................1
A. Latar Belakang ..........................................................................................1
B. Rumusan Masalah ......................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN ..................................................................................3
A. Pengertian Refleksi Guru ...........................................................................3
B. Pengertian Guru Ideal ................................................................................3
C. Kepribadian Guru Ideal .............................................................................4
D. Ciri-Ciri Guru Ideal ...................................................................................6
E. Cara Menjadi Guru yang Ideal ..................................................................7
BAB III PENUTUP ...........................................................................................8
A. Kesimpulan ...............................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................10
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Lembaga pendidikan adalah salah satu harapan besar negeri ini agar bisa bangkit dari keterpurukan dan mengejar ketertinggalannya selama ini. Untuk itu, diperlukan kader-kader muda masa depan yang kaya akan ilmu pengetahuan guna mencerdaskan bangsa ini dan mampu mengeluarkan bangsa ini dari kegelapan. Kader-kader masa depan itu harus dipersiapkan, direncanakan dan diupayakan dengan maksimal.
Dalam hal ini, guru adalah aktor utama di samping orang tua dan elemen lainnya kesuksesan yang direncanakan. Tanpa keterlibatan aktif seorang guru, pendidikan akan kosong dari apa yang namanya materi. Secanggih apapun sebuah kurikulum dan visi misi suatu lembaga pendidikan, selama gurunya pasif dan stagnan, maka kualitas pendidikan akan merosot tajam. Begitu juga sebaliknya, selemah apapun sebuah kurikulum dan visi misi, jika gurunya inovatif dan produktif, maka kualitas pendidikan akan maju pesat.
Disinilah letak strategis seorang guru dalam dunia pendidikan. Karena itu, tidak ada pilihan lain, guru-guru yang ada harus memposisikan dirinya sebagai guru ideal dan inovatif, yakni guru-guru yang mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman, mempunyai intelektual yang tinggi, serta kreatif melakukan terobosan dan pembaharuan yang konsisten.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam makalah ini akan membahas mengenai refleksi guru, pengertian guru ideal, kepribadian guru ideal, ciri-ciri guru ideal dan cara menjadi guru ideal.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan refleksi guru?
2. Apa yang dimaksud dengan guru ideal?
3. Bagaimana kepribadian guru ideal itu?
4. Bagaimana ciri-ciri guru ideal?
5. Bagaimana cara menjadi guru yang ideal?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian refleksi guru.
2. Untuk mengetahui pengertian guru ideal.
3. Untuk mengetahui kepribadian guru ideal.
4. Untuk mengetahui ciri-ciri guru ideal.
5. Untuk mengetahui cara menjadi guru yang ideal.
3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Refleksi Guru
Kegiatan refleksi diri merupakan kegiatan yang memberikan banyak manfaat dalam pengembangan profesionalisme guru. Manfaat utama dari hal ini adalah membantu guru dalam memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang diri, profesi dan bagaimana mereka bisa menjadi guru yang efektif, efisien, dan membuat peserta didik berhasil dalam belajar. Disamping itu, refleksi diri juga dapat membantu guru untuk mengeksplorasi potensi-potensi yang ada dalam diri, memperbaiki kelemahan dan mencari solusi-solusi yang mereka butuhkan untuk pengembangan profesi mereka.
Dalam hal ini, refleksi bagi seorang guru sangatlah penting karena dapat memberikan konstribusi yang lebih tinggi untuk membantu guru dalam upaya pengembangan profesionalismenya, dan dampak berikutnya tentu saja akan memberikan pengaruh yang terhadap efektifitas kegiatan belajar mengajar di kelas yang bermuara pada peningkatan kompetensi peserta didik.
1
B. Pengertian Guru Ideal
Guru ideal menurut Syaikh Al Zarnuji dalam kitab Ta”lim Muta”allim yang dikutip oleh indra nurul hayat, yaitu seorang guru atau pendidik seharusnya memiliki kealiman yang tinggi, memiliki sifat Wara”, memiliki pengalaman yang lebih, atau dari sisi umur lebih berumur tua, memiliki akhlak yang mulia, berbudi pekerti, dan memiliki akhlakul karimah, memiliki kebijaksanaan, memiliki dasar norma dan pengetahuan, memiliki sifat penyabar. 1
Bujang Rahman, Refleksi Diri dan Peningkatan Profesionalisme Guru, Jurnal Pedagogia, Vol. 17, No. 1, Februari, 2014, 8.
4
Guru ideal merupakan pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Munif Chotib berpendapat bahwa guru ideal adalah guru yang fokus terhadap kondisi peserta didik, yang mana guru senantiasa memandang setiap peserta didik adalah juara, mengajar dengan hati, mengartikan kemampuan peserta didik dalam arti yang luas, dan menjadi sosok yang menyenangkan bagi peserta didik. Sehingga guru harus mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya terkait latar belakang siswanya untuk mencari tahu karakteristis dan gaya belajarnya kemudian guru menyesuikan dengan gaya belajarnya agar peserta didik merasa cocok dengan pola belajar yang diterapkan didalam kelas, membuat peserta didik merasa senang dan tidak merasa jenuh saat pembelajaran di kelas.2
C. Kepribdian Guru Ideal
Hampir seluruh kegiatan yang dikelola sekolah selalu berkaitan dengan tenaga guru. Kegiatan pokok sekolah tidak akan berjalan lancar apabila tidak didukung oleh tenaga guru yang berkualitas. Agar guru sebagai aspek sumber daya manusia yang berperan di sekolah dapat berfungsi efektif dan efisien maka perlu dideskripsikan profil guru ideal yang dibutuhkan sekolah, yang tentunya harus sesuai dengan peraturan yang mengatur tentang persyaratan tenaga guru. Adapun profil kepribadian guru ideal tersebut yaitu:
1. Memiliki berbagai kompetensi guru diantaranya:
a) Kompetensi kepribadian, yaitu kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.
2 Lailatul Nikmah, Guru Belajar, Guru Ideal, Jurnal Pendidikan Profesi Guru Madrasah, Vol. 1, No. 2, 2021, 10-12.
5
b) Kompetensi pedagogik, yaitu kemampuan yang berkenaan dengan kemampuan berkenaan dengan pemahaman peserta didik dan pengelola pembelajaran yang mendidik dan dialogis.
c) Kompetensi profesional, merupakan kemampuan yang berkenaan dengan penguasaan materi pembelajaran bidang studi secara luas dan mendalam yang mencakup penguasaan substansi isi materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materi kurikulum tersebut, serta menambah wawasan keilmuan sebagai guru.
d) Kompetensi sosial, yaitu berkenaan dengan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.
2. Dilihat dari berbagai sudut pandang peserta didik Guru yang ideal adalah guru yang materialistis. Artinya guru dalam perlakuannya terhadap anak didik tidak membedakan murid yang kaya dan miskin. Selain itu, guru juga tidak pilih kasih dan obyektif dalam segala hal, dapat menjawab pertanyaan secara gambling, jelas dan mudah diterima.
3. Dilihat dari sudut pandang orang tua Guru yang diharapkan adalah sosok dapat menjadi mitra pendidik bagi siswa. Di sini orang tua memiliki harapan pada guru agar mereka dapat menjadi orang tua kedua di sekolah. Selain itu, guru ideal bagi orang tua yaitu guru yang dapat berkomunikasi baik dengan orang tua mengenai perkembangan prestasi belajar anak didik dan juga dapat memberikan solusi atau jalan keluar bagi peserta didik yang mengalami masalah dalam belajar.
4. Dilihat dari sudut pandang pemerintah Guru yang ideal yaitu guru yang dapat dituntut untuk profesional sebagai unsur penunjang kebujakan pemerintah terutama di bidang pendidikan. Guru yang profesional adalah guru yang dapat menempatkan dirinya pada profesinya. Guru adalah orang yang profesional, artinya secara formal mereka disiapkan oleh lembaga atau institusi pendidikan yang berwenang.
5. Dilihat dari sudut pandang budaya Guru yang ideal adalah guru yang dapat mewariskan dan menjaga nilai-nilai budaya bangsa kepada peserta didik. Secara otomatis dalam diri guru sudah tertanam nilai-nilai budaya bangsa yang luhur. Dengan kata lain, guru harus konsisten serta konsekuen dalam menjaga keharmonisan antara ucapan, larangan, dan perintah dengan amal perbuatannya sendiri.3
D. Ciri-Ciri Guru Ideal
Guru ideal tidak cukup sebatas bisa mengajar atau menjelaskan pelajaran hingga menjadi mudah dipahami. Terlalu sempit apabila guru ideal diartikan sebatas keahlian profesi atau pekerjaan. Guru ideal juga harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:4
1. Mampu menciptakan karakter pembelajaran yang mengena di hati peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran yang kontekstual dapat terwujud.
2. Mampu menjawab semua tantangan zaman dengan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin maju.
3. Mampu disiplin dengan waktu, termasuk dalam mengaplikasikan ke pembelajaran.
4. Mampu mengendalikan emosi sehingga tidak menganggu proses mengajar.
Dengan demikian, ia dapat bijak dalam menanggapi berbagai persoalan.
3 (https://atibilombok.blogspot.com/2014/06/makalah-keribadian-guru-ideal.html?m=1
diakses pada tanggal 20 Mei 2022).
4 (https://rise.smeru.or.id/id/blog/guru-ideal-adalah-teladan-bagi-peserta-didiknya diakses
pada tanggal 20 Mei 2022).
7
5. Mampu menciptakan materi pembelajaran yang memancing krativitas dan inovasi.
Dengan begitu, aktivitas belajar bukan sebatas transfer of knowledge, tetapi lebih ke pembelajaran yang bermakna (meaningful learning).
6. Mampu membuat rencana pembelajaran yang dapat dilaksanakan.
E. Cara Menjadi Guru yang Ideal
1. Syarat Menjadi Guru Ideal
Menjadi guru yang ideal adalah impian semua guru, namun tidak semua guru yang memilikin keinginan diikuti dengan sebuah usaha yang konsistan untuk menjadi guru yang ideal. Munir Chotib mengemukakan bahwa tidak ada guru yang tidak bisa mengajar. Artinya bahwa semua guru memiliki kesempatan untuk menjadi guru ideal dengan memiliki syarat mendasar diantaranya:5
a. Bersedia untuk belajar.
b. Secara teratur membuat perencanaan pembelajaran sebelum mengajar.
c. Bersedia diobservasi.
d. Selalu tertantang meningkatkan kreativitas.
e. Memiliki karakter yang baik.
2. Menjadi Guru Ideal
Selain kelima syarat di atas, untuk menjadi guru ideal harus menerapkan beberapa hal sebagai berikut:
a. Menganggap setiap peserta didiknya adalah juara.
b. Mengajar dengan hati.
c. Memahami kemampuan dalam arti luas.
d. Terus menjelajah kemampuan peserta didik.
e. Mengajar dengan cara yang menyenangkan.
f. Memposisikan diri sebagai fasilitator.
5 Munir Chotib, Sekolahnya Manusia: Sekolah Berbasis Multiple Intelligences di
Indonesia (Bandung: Kaifa PT. Mizan Pustaka, 2019), 133.
8
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Refleksi guru dirasa penting karena dapat memberikan konstribusi yang lebih tinggi untuk membantu guru dalam upaya pengembangan profesionalismenya, dan dampak berikutnya tentu saja akan memberikan pengaruh yang terhadap efektifitas kegiatan belajar mengajar di kelas yang bermuara pada peningkatan kompetensi peserta didik.
Munif Chotib berpendapat bahwa guru ideal adalah guru yang fokus terhadap kondisi peserta didik, yang mana guru senantiasa memandang setiap peserta didik adalah juara, mengajar dengan hati, mengartikan kemampuan peserta didik dalam arti yang luas, dan menjadi sosok yang menyenangkan bagi peserta didik.
Guru ideal tentunya harus sesuai dengan peraturan yang mengatur tentang persyaratan tenaga guru dengan memiliki empat kompetensi guru, yakni kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional dan kompetensi sosial. Selain itu guru ideal juga dapat dilihat dari sudut pandang peserta didik, orang tua, pemerintah dan dari segi budaya.
Guru ideal tidak cukup sebatas bisa mengajar atau menjelaskan pelajaran hingga menjadi mudah dipahami. Ada ciri tersendiri untuk menjadi guru ideal, yakni guru mampu menciptakan karakter pembelajaran yang mengena di hati peserta didik, guru mampu menjawab semua tantangan zaman dengan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, mampu disiplin dengan waktu, termasuk dalam mengaplikasikan ke pembelajaran, mampu mengendalikan emosi sehingga tidak menganggu proses mengajar dan Mampu membuat rencana pembelajaran yang dapat dilaksanakan.
Adapun syarat untuk menjadi guru ideal, yaitu bersedia untuk belajar, secara teratur membuat perencanaan pembelajaran sebelum mengajar, bersedia diobservasi, selalu tertantang meningkatkan kreativitas, dan memiliki karakter yang baik. Sedangkan untuk menjadi guru ideal harus menerapkan beberapa hal berikut, yakni menganggap setiap peserta didiknya adalah juara, mengajar dengan hati, memahami kemampuan dalam arti luas, terus menjelajah kemampuan peserta didik, mengajar dengan cara yang menyenangkan dan memposisikan diri sebagai fasilitator.
10
DAFTAR PUSTAKA
Rahman Bujang. 2014. Refleksi Diri dan Peningkatan Profesionalisme Guru. Jurnal Pedagogia. Vol.17. No. 1, Februari.
Nikmah Lailatul. 2021. Guru Belajar, Guru Ideal. Jurnal Pendidikan Profesi Guru Madrasah. Vol. 1. No. 2.
(https://atibilombok.blogspot.com/2014/06/makalah-keribadian-guru-ideal.html?m=1 diakses pada tanggal 20 Mei 2022).
(https://rise.smeru.or.id/id/blog/guru-ideal-adalah-teladan-bagi-peserta-didiknya diakses pada tanggal 20 Mei 2022).
Chotib Munir. 2019. Sekolahnya Manusia: Sekolah Berbasis Multiple
Intelligences di Indonesia. Bandung: Kaifa PT. Mizan Pustaka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar