ETIKA GURU TERHADAP DIRI SENDIRI
Disusun Oleh: Kelompok 08/PAI F:
Nadya Al Fitria (201190183)
Nova Lutfifatul Azizah (201190199)
APA ITU ETIKA?
❑Etika merupakan aturan atau tata cara etis yang digunakan sebagai pedoman berperilaku,
yang berarti baik, sesuai dengan nilai dan norma yang dianut oleh sekelompok orang atau
masyarakat tertentu bahkan sekelompok profesi.
❑Etika merupakan sesuatu yang sangat penting dan mendasar dalam kehidupan umat
manusia. Etika juga sebagai tolak ukur agar sikap mental, kepribadian, dan perilaku
manusia, serta menjadi ciri khas dalam membedakan manusia dengan makhluk lainnya.
❑Di dalam etika guru Indonesia dituliskan dengan jelas bahwa guru membimbing murid
untuk membentuk mereka menjadi manusia seutuhnya yang berjiwa pancasila .
PENGERTIAN GURU
❑Guru merupakan pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar ,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik
❑Keberadaan guru bagi bangsa sangat penting, apalagi bangsa ini sedang membangun bagi
kehidupan ditengah-tengah pelintasan zaman dengan teknologi yang kian canggih dan segala
perubahan serta pergeseran nilai yang cenderung memberi nuansa kehidupan yang
menuntut ilmu seni dalam kadar dinamik untuk mengadaptasikan diri.
❑Tugas dan tanggung jawab utama seorang guru yaitu mengelola pengajaran secara lebih
efektif, dinamis, efisien, dan positif yang ditandai dengan adanya kesadaran dan keterlibatan
aktif antara dua subyek pengajaran.
ETIKA GURU TERHADAP DIRI SENDIRI
❑ Secara sederhana, maksud dari etika guru terhadap diri sendiri yaitu ragam sikap etis atau positif yang mesti melekat pada diri seorang guru.
❑ Etika guru terhadap dirinya sendiri meliputi:
1. Guru harus berwibawa, tenang, dan memiliki keuletan agar para anak didik tidak merasa malas dan bosan.
2. Guru harus memiliki kesiapan alami (fitrah) untuk menjalani profesi mengajar , seperti pemikiran yang lurus,
berpandangan visioner, cepat tanggap , dan dapat mengambil tindakan yang tepat pada saat-saat genting.
3. Berusaha untuk selalu bersyukur .
4. Berusaha untuk mengolah rasa kecewa yang mungkin muncul dalam proses belajar dan mengajar .
5. Berusaha menyikapi perubahan secara positif.
6. Mengatur rezeki yang diterima dengan baik dan sebisa mungkin menghindari hutang
❑ Selain itu, menurut Hasyim Asy'ari setidaknya etika guru terhadap diri sendiri ada dua belas hal. Pertama, seorang
guru harus selalu istiqomah ( kontinu ) dalam mendekatkan diri (mroqobah) kepada Allah SWT . Kedua , seorang guru
haruslah menjaga hatinya agar senantiasa takut (khauf) kepada Allah SWT . Ketiga , seorang guru harus mampu
bersikap tenang. Keempat, seorang guru harus menjaga kehormatan diri (wira’i). Kelima , seorang guru harus
bersikap tawadhu, yaitu rendah hati. Keenam , seorang guru harus khusyuk dan berkonsentrasi dalam beribadah
kepada Allah SWT . Ketujuh , seorang guru harus meminta pertolongan hanya kepada Allah SWT . Kedelapan, seorang
guru tidak boleh menjadikan ilmunya sebagai sarana untuk memperolah keuntungan duniawi semata. Kesembilan ,
seorang guru harus mampu bersikap zuhud. Kesepuluh , seorang guru harus dapat menjauhkan diri dari lingkungan
yang negatif. Kesebelas , seorang guru harus dapat menjaga syiar -syiar Islam. Dan Kedua belas , seorang guru
hendaknya merangkum, menyusun dan menambah keilmuannya dengan melakukan penelitian atau membaca berbagai
referensi.
SEKIAN DAN TERIMAKASIH ☺
Tidak ada komentar:
Posting Komentar