1
ETIKA GURU TERHADAP PESERTA DIDIK
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas pada mata kuliah
“Etika Dan Profesi Keguruan”
Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Hj. S. Maryam Yusuf, M. Ag
Disusun Oleh Kelompok 09/PAI F:
1. Nafiatul Wakhidah (201190185)
2. Novia Cindy Safitri (201190200)
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONOROGO
2022
2
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan segala
rahmat-Nyalah akhirnya kami bisa menyusun makalah dengan judul “Etika
Guru Terhadap Peserta Didik”. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Ibu
Prof. Dr. Hj. S. Maryam Yusuf, M. Ag. selaku dosen pengampu kami yang telah
memberikan tugas ini kepada kami sehingga kami mendapatkan banyak tambahan
pengetahuan khususnya dalam Etika Guru Terhadap Peserta Didik.
Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami susun ini bisa
memberikan banyak manfaat serta menambah pengetahuan terutama dalam hal
“Etika Guru TerhadapPeserta Didik”. Selain itu, kami menyadari bahwa makalah ini
masih memiliki banyak kekurangan yang membutuhkan perbaikan, sehingga kami
sangat mengharapkan masukan serta kritik dari pembaca.
Ponorogo, 8 Mei 2022
Penyusun
3
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 1
C. Tujuan 1
BAB II PEMBAHASAN 2
A. Pengertian etika 2
B. Pengertian guru 3
C. Etika guru terhadap peserta didik 4
BAB III PENUTUP 6
A. Kesimpulan 6
DAFTAR PUSTAKA 7
4
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Guru adalah sosok pendidik dalam membantu dan mendapatkan hal
yang baru bagi peserta didik. Untuk bertahan dalam persaingan kehidupan.
Seorang guru juga harus mempunyai etika dalam mewujudkan dan
meningkatkan profesinya. Karena profesi guru adalah yang dibanggakan.
Guru dalam masyarakat merupakan sosok yang luar biasa berpengaruh.
Karena guru dapat membuat perubahan dan perbaikan pada suatu kondisi
masyarakat.
Guru juga harus memiliki etika terhadap para rekan sejawat, karena
guru akan berkumpul dalam mendidik, mengajar, dan membimbing peserta
didiknya. Guru adalah profesi yang mempersiapkan sumber daya indonesia
untuk menyongsong pembangunan bangsa dalam mengisi kemerdakaaan.
Guru dengan segala kemampuannya dan daya upayanya mempersiapkan
pembelajaran bagi pesertaa didiknya. Sehingga tidak salah jika kita
menempatkan guru sebagai salah satu kunci pembangunan bangsa menjadi
bangsa yang maju dimasa yang akan datang. Dapat dibanyangkan jika gru
tidak menempatkan fungsi srebagaimana mestinya, bangsa dan negara ini
akan tertinggal dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian
waktu tidak terbendung lagi perkembanganya.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengertian etika?
2. Bagaimana pengertian guru?
3. Bagaimana etika guru terhadap peserta didik?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian etika.
2. Untuk mengetahui pengertian guru.
3. Untuk mengetahui etika guru terhadap peserta didik.
BAB II
5
PEMBAHASAN
A. Pengertian Etika
Etika diartikan sebagai ilmu filsafat moral, yaitu mengenai nilai,
ilmu tingkah laku dan ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan benar.
Perilaku pada etika yaitu pertanggun jawaban, pengabdian, kesetiaan,
kepekaan, persamaan dan kepantasan. Menurut Mapan Drajat dan Ridwan
Efendi, etika adalah ajaran tentang baik buruk yang diterima tentang sikap,
perbuatan, kewajiban, dan sebagainya. Menurut para ulama etika adalah
ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang
seharusnya dilakukan oleh manusia, menyatakan tujuan yang harus dituju
oleh manusia di dalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan untuk
melakukan apa yang harus di perbuat.
1
Etika berperan sebagai konseptor
terhadap sejumlah perilaku yang dilaksanakan oleh manusia.
2
Etika merupakan aturan atau tata cara etis yang digunakan sebagai
pedoman berperilaku, yang berarti baik, sesuai dengan nilai dan norma
yang dianut oleh sekelompok orang atau masyarakat tertentu bahkan
sekelompok profesi. Etika merupakan sesuatu yang sangat penting dan
mendasar dalam kehidupan umat manusia. Etika juga sebagai tolak ukur
agar sikap mental, kepribadian, dan perilaku manusia, serta menjadi ciri
khas dalam membedakan manusia dengan makhluk lainnya.
3
Dalam konteks pendidikan, persoalan etika ini menjadi semakin
penting. Karena etika merupakan unsur pokok yang sudah seharusnya
mengintegral di dalam setiap aktivitas dan tujuan pendidikan. Hubungan
guru dengan peserta didik di dalam proses belajar-mengajar merupakan
faktor yang sangat menentukan. Di dalam etika guru Indonesia dituliskan
dengan jelas bahwa guru membimbing murid untuk membentuk mereka
menjadi manusia seutuhnya yang berjiwa pancasila. Etika bagi guru adalah
1
Mapan Drajat dan M. Ridwan Efendi, Etika Profesi Guru, (Bandung : cv. Alfabeta, 2014), hlm. 6.
2
Rafsel Tas‟adi, “Pentingnya Etika dalam Pendidikan,” Ta’dib: Jurnal Ilmu Pendidikan 17,
no. 2 (Desember, 2014): hlm. 193-194.
3
Agung Iskandar, Menghasilkan Guru Dan Professional, (Jakarta: Bee media, 2012), hlm. 4547.
6
terhadap peserta didiknya, terhadap pekerjaan dan terhadap tempat kerja.
Etika tersebut wajib dimiliki oleh seorang guru untuk mewujudkan proses
belajar mengajar yang baik.
B. Pengertian Guru
Guru sebagai pendidik dan pengajar memiliki pengetahuan,
keterampilan, dan sikap profesional yang bertanggung jawab terhadap
peserta didik. Keberadaan guru bagi bangsa sangat penting, apalagi bangsa
ini sedang membangun bagi kehidupan ditengah-tengah pelintasan zaman
dengan teknologi yang kian canggih dan segala perubahan serta pergeseran
nilai yang cenderung memberi nuansa kehidupan yang menuntut ilmu seni
dalam kadar dinamik untuk mengadaptasikan diri.
Dalam mengajar guru dituntut memiliki kesiapan yang matang,
baik secara mental maupun konseptual menyangkut tugas-tugas yang
diembannya sebagai seorang pengajar dan pendidik. Seperti terkait materi
yang akan diajarkan; menguasai metode-metode pembelajaran;
menciptakan suasana pembelajaran yang sehat dan kondusif; memahami
kondisi peserta didik; memperlakukan peserta didik dengan kesabaran dan
kasih sayang, sebagaimana ia memperlakukan anaknya sendiri; memiliki
kepedulian dan rasa simpati terhadap masalah-masalah atau kesulitan yang
dihadapi peserta didik; membangun soliditas dan kebersamaan di antara
peserta didik; melakukan pelatihanpelatihan dan evaluasi hasil belajar; dan
lain-lain.
4
Guru memiliki tugas, baik yang terikat dengan dinas maupun diluar
dinas, dalam bentuk pengabdian. Peran guru sebagai supervision sebagai
pembimbing dan pengawasan kepada peserta didik, dalam memahami
permasalahan yang dihadapi peserta didik, menemukan permasalahan yang
terkait dengan proses pembelajaran, dan akhirnya memberikan jalan keluar
pemecahan masalahnya.
4
Hasyim Asy'ari, Adab al-’Alim wa al-Muta’allim (Pondok Pesantren Tebuireng Jombang:
Maktabah At-Turats Al-Islamy, 1415 H), hlm. 55-95.
7
Tugas dan tanggung jawab utama seorang guru yaitu mengelola
pengajaran secara lebih efektif, dinamis, efisien, dan positif yang ditandai
dengan adanya kesadaran dan keterlibatan aktif antara dua subyek
pengajaran, guru sebagai penginisiatif awal dan pengarah serta
pembimbing, sedang peserta didik sebagai yang mengalami dan terlibat
aktif untuk memperoleh perubahan diri dalam pengajaran.
5
C. Etika Guru Terhadap Peserta Didik
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 adalah
Undang-Undang tentang Guru dan Dosen. Undang-Undang ini disahkan di
Jakarta pada tanggal 30 Desember 2005 oleh Presiden RI Susilo Bambang
Yudoyono dan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra. Adapun
yang dipilih sebagai bahan pada penulisan ini yaitu pada bab XI pasal 169
tentang kewajiban peserta didik.
6
Demikian tentang undang-undang guru
dan dosen di Indonesia yang bisa dikaitkan dengan apa yang ada dalam
kitab karya Kiai Hasyim. Kitab Ādāb al-‘ālim wa al-muta‘allim merupakan
sebuah kitab karangan dari Kiai Hasyim yang sangat monumental. Kitab
ini membahas tentang etika atau sopan santun antara pendidik dan peserta
didik.
7
Etika tersebut berupa etika yang bersifat individu atau kepribadian,
interaksi antara keduanya, terhadap proses pembelajaran dan buku.
Konsep Etika Pendidik Terhadap Peserta Didik menurut Kiai Hasyim
Asy’ari adalah sebagai berikut;
1. Berniat mendidik dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta
menghidupkan syari’at Islam;
2. Guru hendaknya memiliki keihlasan dalam mengajar;
3. Mencintai peserta didik sebagaimana mencinta dirinya sendiri;
5
Ahmad Rohani dan Abu Ahmadi, Pengelolaan Pengajaran,(Jakarta: Renika Cipta, 2001), hlm. 1.
6
Peraturan Pemerintah RI tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan No. 17 Tahun
2010.
7
Muhammad Ikhsanuddin, Amrulloh Amrulloh, Etika Guru dan Murid Perspektif KH. Hasyim
Asy’ari dan UndangUndang Guru dan Dosen, Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 3, No. 2, Desember
2019, hlm. 342-343.
8
4. Memberi kemudahan dalam mengajar dan menggunakan kata-kata
yang dapat dipahami;
5. Membangkitkan semangat peseta didik dengan jalan memotivasinya;
6. Memberkan latihan-latihan yang bersifat membantu;
7. Selalu memperhatikan kemampuan anak didik;
8. Tidak menampakkan kelebihan sebagian peserta didik terhadap
peserta didik yang lain;
9. Mengerahkan minat anak didik;
10. Bersikap terbuka dan lapang dada kepada peserta didik;
11. Membantu memecahkan kesulitan anak didik;
12. Bila ada anak didik yang berhalangan hadar hendaknya menanyakan
hal itu kepada teman-temannya;
13. Tunjukkan sikap arif dan tawadhu’ ketika memberi bimbingan kepada
peserta didik;
14. Menghormati peserta didik dengan memanggil namanya yang baik.
Sedangkan menurut M. Ngalim Purwanto, sikap yang harus
dimiliki oleh seorang guru adalah: 1) Guru harus bersikap adil 2) Guru
harus percaya dan suka kepada murid-muridnya 3) Guru harus sabar dan
rela berkorban 4) Guru harus mempunyai pembawaan terhadap anak
didiknya 5) Guru harus bersikap baik terhadap teman-temannya dan
masyarakat.
8
Etika pendidik perlu dikembangkan berkaitan dengan nilai
moralitas yang dapat mencerminkan kepribadian pendidik yang
diimplementasikan dalam aktifitas belajar mengajar di sekolah.
9
Maka dari
itu perlu diterapkan di semua jenjang pendidikan di sekolah.
8
Doni Irawan, Etika Guru Dalam Mengajar, Academia, hal. 4, sumber:
https://www.academia.edu/31128192/etika_guru_dalam_mengajar
9
Sri Sarjana, Nur Khayati, Pengaruh Etika; Perilaku; dan Kepribadian terhadap Integritas Guru,
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 1, No. 3, Desember 2016, hlm. 389.
9
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Etika merupakan aturan atau tata cara etis yang digunakan sebagai
pedoman berperilaku, yang berarti baik, sesuai dengan nilai dan norma
yang dianut oleh sekelompok orang atau masyarakat tertentu bahkan
sekelompok profesi. Etika merupakan sesuatu yang sangat penting dan
mendasar dalam kehidupan umat manusia. Etika juga sebagai tolak ukur
agar sikap mental, kepribadian, dan perilaku manusia, serta menjadi ciri
khas dalam membedakan manusia dengan makhluk lainnya.
Guru sebagai pendidik dan pengajar memiliki pengetahuan,
keterampilan, dan sikap profesional yang bertanggung jawab terhadap
peserta didik. Dalam mengajar guru dituntut memiliki kesiapan yang
matang, baik secara mental maupun konseptual menyangkut tugas-tugas
yang diembannya sebagai seorang pengajar dan pendidik. Tugas dan
tanggung jawab utama seorang guru yaitu mengelola pengajaran secara
lebih efektif, dinamis, efisien, dan positif yang ditandai dengan adanya
kesadaran dan keterlibatan aktif antara dua subyek pengajaran, guru
sebagai penginisiatif awal dan pengarah serta pembimbing, sedang peserta
didik sebagai yang mengalami dan terlibat aktif untuk memperoleh
perubahan diri dalam pengajaran.
Konsep Etika Pendidik Terhadap Peserta Didik menurut Kiai Hasyim
Asy’ari adalah sebagai berikut; Berniat mendidik dan menyebarkan ilmu
pengetahuan serta menghidupkan syari’at Islam; Guru hendaknya memiliki
keihlasan dalam mengajar; Mencintai peserta didik sebagaimana mencinta
dirinya sendiri, dll. Sedangkan menurut M. Ngalim Purwanto, sikap yang
harus dimiliki oleh seorang guru adalah: 1) Guru harus bersikap adil 2)
Guru harus percaya dan suka kepada murid-muridnya 3) Guru harus sabar
dan rela berkorban 4) Guru harus mempunyai pembawaan terhadap anak
10
didiknya 5) Guru harus bersikap baik terhadap teman-temannya dan
masyarakat.
11
DAFTAR PUSTAKA
Drajat, Mapan dkk. 2014. Etika Profesi Guru. Bandung : cv. Alfabeta.
Tas‟adi, Rafsel. 2014. Pentingnya Etika dalam Pendidikan. Ta’dib: Jurnal Ilmu
Pendidikan. Volume 17 Nomor 2.
Iskandar, Agung. 2012. Menghasilkan Guru Dan Professional. Jakarta: Bee
media.
Asy'ari, Hasyim. 1415. Adab al-’Alim wa al-Muta’allim(Pondok Pesantren
Tebuireng) Jombang: Maktabah At-Turats Al-Islamy.
Rohani, Ahmad dkk. 2001. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: Renika Cipta.
Peraturan Pemerintah RI tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan
No. 17 Tahun 2010.
Ikhsanuddin, Muhammad dkk. 2019. Etika Guru dan Murid Perspektif KH.
Hasyim Asy’ari dan UndangUndang Guru dan Dose. Jurnal: Pendidikan
Islam, Volome 3 Nomor 2.
Irawan, Doni. Etika Guru Dalam Mengajar. Academia:
https://www.academia.edu/31128192/etika_guru_dalam_mengajar
Sarjana, Sri dkk. 2016. Pengaruh Etika; Perilaku; dan Kepribadian terhadap
Integritas Guru. Jurnal: Pendidikan dan Kebudayaan. Volume 1 Nomor 3.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar