Minggu, 12 Juni 2022

KELOMPOK 09

 1

ETIKA GURU TERHADAP PESERTA DIDIK

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas pada mata kuliah

“Etika Dan Profesi Keguruan”

Dosen Pengampu:

Prof. Dr. Hj. S. Maryam Yusuf, M. Ag

Disusun Oleh Kelompok 09/PAI F:

1. Nafiatul Wakhidah    (201190185)

2. Novia Cindy Safitri    (201190200)

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONOROGO

2022

2

KATA PENGANTAR 

Puji  syukur  kami  panjatkan  kehadirat  Allah  SWT,  karena  hanya  dengan  segala 

rahmat-Nyalah akhirnya kami bisa menyusun makalah dengan judul “Etika 

Guru  Terhadap  Peserta  Didik”.  Kami  juga  mengucapkan  terimakasih  kepada  Ibu 

Prof.  Dr. Hj. S.  Maryam Yusuf, M. Ag. selaku  dosen  pengampu  kami  yang  telah 

memberikan tugas  ini  kepada  kami  sehingga  kami  mendapatkan banyak  tambahan 

pengetahuan khususnya dalam Etika Guru Terhadap Peserta Didik. 

Kami  selaku  penyusun  berharap  semoga  makalah  yang  telah  kami  susun  ini  bisa 

memberikan  banyak  manfaat  serta  menambah  pengetahuan  terutama  dalam  hal 

“Etika Guru TerhadapPeserta Didik”. Selain itu, kami menyadari bahwa makalah ini 

masih memiliki banyak  kekurangan  yang  membutuhkan perbaikan,  sehingga  kami 

sangat mengharapkan masukan serta kritik dari pembaca. 

Ponorogo, 8 Mei 2022 

Penyusun 

3

DAFTAR ISI 

HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i 

KATA PENGANTAR ii 

DAFTAR ISI iii 

BAB I PENDAHULUAN 1 

A. Latar Belakang 1 

B. Rumusan Masalah 1 

C. Tujuan 1 

BAB II PEMBAHASAN 2 

A. Pengertian etika 2 

B. Pengertian guru 3 

C. Etika guru terhadap peserta didik  4 

BAB III PENUTUP 6 

A. Kesimpulan 6 

DAFTAR PUSTAKA 7 

4

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang 

Guru adalah sosok pendidik dalam membantu dan mendapatkan hal 

yang baru bagi peserta didik. Untuk bertahan dalam persaingan kehidupan. 

Seorang  guru  juga  harus  mempunyai  etika  dalam  mewujudkan  dan 

meningkatkan profesinya.  Karena profesi  guru  adalah  yang  dibanggakan. 

Guru  dalam  masyarakat  merupakan  sosok  yang  luar  biasa  berpengaruh. 

Karena guru dapat membuat perubahan dan perbaikan pada suatu  kondisi 

masyarakat. 

Guru juga harus memiliki etika terhadap para rekan sejawat, karena 

guru akan berkumpul dalam mendidik, mengajar, dan membimbing peserta 

didiknya. Guru adalah profesi yang mempersiapkan sumber daya indonesia 

untuk  menyongsong pembangunan  bangsa  dalam  mengisi kemerdakaaan. 

Guru dengan  segala  kemampuannya  dan  daya  upayanya  mempersiapkan 

pembelajaran  bagi  pesertaa  didiknya.  Sehingga  tidak    salah    jika  kita 

menempatkan guru sebagai salah satu kunci pembangunan bangsa menjadi 

bangsa yang maju dimasa yang akan datang. Dapat dibanyangkan jika gru 

tidak  menempatkan fungsi  srebagaimana  mestinya, bangsa dan negara ini 

akan tertinggal dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian 

waktu tidak terbendung lagi perkembanganya. 

B. Rumusan Masalah 

1. Bagaimana pengertian etika? 

2. Bagaimana pengertian guru? 

3. Bagaimana etika guru terhadap peserta didik? 

C. Tujuan 

1. Untuk mengetahui pengertian etika. 

2. Untuk mengetahui pengertian guru. 

3. Untuk mengetahui etika guru terhadap peserta didik. 

BAB II 

5

PEMBAHASAN

A. Pengertian Etika 

Etika  diartikan  sebagai  ilmu  filsafat  moral, yaitu  mengenai nilai, 

ilmu  tingkah  laku  dan ilmu  yang menyelidiki mana yang baik dan benar. 

Perilaku  pada  etika  yaitu  pertanggun  jawaban,  pengabdian,  kesetiaan, 

kepekaan, persamaan dan kepantasan. Menurut Mapan Drajat dan Ridwan 

Efendi, etika adalah ajaran tentang baik buruk yang diterima tentang sikap, 

perbuatan,  kewajiban,  dan  sebagainya.  Menurut para  ulama  etika  adalah 

ilmu  yang  menjelaskan  arti  baik  dan  buruk,  menerangkan  apa  yang 

seharusnya dilakukan oleh manusia, menyatakan tujuan  yang harus dituju 

oleh  manusia  di  dalam  perbuatan  mereka  dan  menunjukkan  jalan  untuk 

melakukan apa  yang  harus  di  perbuat.

1

Etika berperan  sebagai  konseptor 

terhadap sejumlah perilaku yang dilaksanakan oleh manusia.

2

Etika merupakan aturan atau tata  cara etis yang digunakan sebagai 

pedoman  berperilaku,  yang  berarti  baik,  sesuai  dengan  nilai  dan  norma 

yang  dianut  oleh  sekelompok  orang  atau  masyarakat  tertentu  bahkan 

sekelompok  profesi.  Etika  merupakan  sesuatu  yang  sangat  penting  dan 

mendasar dalam  kehidupan  umat  manusia. Etika juga  sebagai  tolak  ukur 

agar  sikap  mental, kepribadian,  dan  perilaku  manusia, serta  menjadi ciri 

khas dalam membedakan manusia dengan makhluk lainnya.

3

Dalam  konteks  pendidikan,  persoalan  etika  ini  menjadi  semakin 

penting.  Karena  etika  merupakan  unsur  pokok  yang  sudah  seharusnya 

mengintegral di  dalam  setiap  aktivitas  dan  tujuan  pendidikan.  Hubungan 

guru  dengan  peserta  didik  di  dalam  proses  belajar-mengajar  merupakan 

faktor  yang sangat  menentukan. Di dalam etika guru Indonesia  dituliskan 

dengan  jelas  bahwa  guru  membimbing murid untuk  membentuk mereka 

menjadi manusia seutuhnya yang berjiwa pancasila. Etika bagi guru adalah 

1

Mapan Drajat dan M. Ridwan Efendi, Etika Profesi Guru, (Bandung : cv. Alfabeta, 2014), hlm. 6. 

2

Rafsel Tas‟adi, “Pentingnya Etika dalam Pendidikan,” Ta’dib: Jurnal Ilmu Pendidikan 17, 

no. 2 (Desember, 2014): hlm. 193-194.

3

Agung Iskandar,  Menghasilkan Guru Dan Professional, (Jakarta: Bee media, 2012), hlm. 4547. 

6

terhadap  peserta  didiknya,  terhadap  pekerjaan  dan  terhadap  tempat  kerja. 

Etika tersebut  wajib dimiliki oleh seorang guru untuk mewujudkan proses 

belajar mengajar yang baik. 

B. Pengertian Guru 

Guru  sebagai  pendidik  dan  pengajar  memiliki  pengetahuan, 

keterampilan,  dan  sikap  profesional  yang  bertanggung  jawab  terhadap 

peserta didik. Keberadaan guru bagi bangsa sangat penting, apalagi bangsa 

ini  sedang  membangun bagi kehidupan ditengah-tengah pelintasan zaman 

dengan teknologi yang kian canggih dan segala perubahan serta pergeseran 

nilai yang cenderung memberi nuansa kehidupan yang menuntut ilmu seni 

dalam kadar dinamik untuk mengadaptasikan diri. 

Dalam  mengajar  guru  dituntut  memiliki  kesiapan  yang  matang, 

baik  secara  mental  maupun  konseptual  menyangkut  tugas-tugas  yang 

diembannya sebagai seorang pengajar dan pendidik. Seperti terkait  materi 

yang  akan  diajarkan;  menguasai  metode-metode  pembelajaran; 

menciptakan suasana  pembelajaran  yang  sehat  dan  kondusif;  memahami 

kondisi peserta didik; memperlakukan peserta didik dengan kesabaran dan 

kasih  sayang,  sebagaimana  ia  memperlakukan anaknya  sendiri;  memiliki 

kepedulian dan rasa simpati terhadap masalah-masalah atau kesulitan yang 

dihadapi  peserta  didik;  membangun soliditas  dan  kebersamaan  di  antara 

peserta didik; melakukan pelatihanpelatihan dan evaluasi hasil belajar; dan 

lain-lain.

4

Guru memiliki tugas, baik yang terikat dengan dinas maupun diluar 

dinas,  dalam  bentuk  pengabdian.  Peran  guru  sebagai  supervision  sebagai 

pembimbing  dan  pengawasan  kepada  peserta  didik,  dalam  memahami 

permasalahan yang dihadapi peserta didik, menemukan permasalahan yang 

terkait dengan proses pembelajaran, dan akhirnya memberikan jalan keluar 

pemecahan masalahnya. 

4

Hasyim  Asy'ari,  Adab  al-’Alim  wa  al-Muta’allim  (Pondok  Pesantren  Tebuireng  Jombang: 

Maktabah At-Turats Al-Islamy, 1415 H), hlm. 55-95.

7

Tugas  dan  tanggung  jawab  utama  seorang  guru  yaitu  mengelola 

pengajaran secara lebih  efektif, dinamis, efisien, dan positif yang ditandai 

dengan  adanya  kesadaran  dan  keterlibatan  aktif  antara  dua  subyek 

pengajaran,  guru  sebagai  penginisiatif  awal  dan  pengarah  serta 

pembimbing,  sedang  peserta  didik  sebagai  yang  mengalami  dan  terlibat 

aktif untuk memperoleh perubahan diri dalam pengajaran.

5

C. Etika Guru Terhadap Peserta Didik

Undang-Undang Republik Indonesia  Nomor 14  Tahun 2005  adalah 

Undang-Undang tentang Guru dan Dosen. Undang-Undang ini disahkan di 

Jakarta pada tanggal 30 Desember 2005 oleh Presiden RI Susilo Bambang 

Yudoyono dan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra. Adapun 

yang dipilih sebagai bahan pada penulisan ini yaitu pada bab XI pasal 169 

tentang  kewajiban  peserta  didik.

6

Demikian tentang  undang-undang  guru 

dan  dosen  di  Indonesia  yang  bisa  dikaitkan  dengan  apa  yang  ada  dalam 

kitab karya Kiai Hasyim. Kitab Ādāb al-‘ālim wa al-muta‘allim merupakan 

sebuah  kitab  karangan  dari  Kiai Hasyim yang  sangat  monumental. Kitab 

ini membahas tentang  etika atau sopan santun antara pendidik dan peserta 

didik.

7

Etika tersebut berupa etika yang bersifat individu atau kepribadian, 

interaksi antara keduanya, terhadap proses pembelajaran dan buku.

Konsep Etika Pendidik Terhadap Peserta Didik menurut Kiai Hasyim 

Asy’ari adalah sebagai berikut;

1. Berniat  mendidik  dan  menyebarkan  ilmu  pengetahuan  serta 

menghidupkan syari’at Islam;

2. Guru hendaknya memiliki keihlasan dalam mengajar;

3. Mencintai peserta didik sebagaimana mencinta dirinya sendiri;

5

Ahmad Rohani dan Abu Ahmadi, Pengelolaan Pengajaran,(Jakarta: Renika Cipta, 2001), hlm. 1.

6

Peraturan  Pemerintah  RI  tentang  Pengelolaan  dan  Penyelenggaraan  Pendidikan  No. 17  Tahun 

2010.

7

Muhammad  Ikhsanuddin,  Amrulloh  Amrulloh,  Etika  Guru  dan  Murid  Perspektif  KH.  Hasyim 

Asy’ari  dan  UndangUndang  Guru  dan  Dosen,  Jurnal  Pendidikan  Islam,  Vol.  3,  No.  2,  Desember 

2019, hlm. 342-343.

8

4. Memberi  kemudahan  dalam  mengajar  dan  menggunakan  kata-kata 

yang dapat dipahami;

5. Membangkitkan semangat peseta didik dengan jalan memotivasinya;

6. Memberkan latihan-latihan yang bersifat membantu;

7. Selalu memperhatikan kemampuan anak didik;

8. Tidak  menampakkan  kelebihan  sebagian  peserta  didik  terhadap 

peserta didik yang lain;

9. Mengerahkan minat anak didik;

10. Bersikap terbuka dan lapang dada kepada peserta didik;

11. Membantu memecahkan kesulitan anak didik;

12. Bila ada  anak  didik  yang  berhalangan  hadar  hendaknya  menanyakan 

hal itu kepada teman-temannya;

13. Tunjukkan sikap arif dan tawadhu’ ketika memberi bimbingan kepada 

peserta didik;

14. Menghormati peserta didik dengan memanggil namanya yang baik.

Sedangkan  menurut  M.  Ngalim  Purwanto,  sikap  yang  harus 

dimiliki  oleh  seorang  guru  adalah:  1)  Guru harus  bersikap  adil  2)  Guru 

harus percaya dan suka  kepada murid-muridnya 3) Guru harus sabar  dan 

rela  berkorban  4)  Guru  harus  mempunyai  pembawaan  terhadap  anak 

didiknya  5)  Guru  harus  bersikap  baik  terhadap  teman-temannya  dan 

masyarakat.

8

Etika  pendidik  perlu  dikembangkan  berkaitan  dengan  nilai 

moralitas  yang  dapat  mencerminkan  kepribadian  pendidik  yang 

diimplementasikan dalam aktifitas belajar mengajar di sekolah.

9

Maka dari 

itu perlu diterapkan di semua jenjang pendidikan di sekolah.

8

Doni Irawan, Etika Guru Dalam Mengajar, Academia, hal. 4, sumber: 

https://www.academia.edu/31128192/etika_guru_dalam_mengajar

9

Sri  Sarjana,  Nur  Khayati,  Pengaruh  Etika;  Perilaku;  dan  Kepribadian  terhadap  Integritas  Guru, 

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 1, No. 3, Desember 2016, hlm. 389.

9

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Etika  merupakan  aturan  atau  tata  cara  etis  yang  digunakan  sebagai 

pedoman  berperilaku,  yang  berarti  baik,  sesuai  dengan  nilai  dan  norma 

yang  dianut  oleh  sekelompok  orang  atau  masyarakat  tertentu  bahkan 

sekelompok  profesi.  Etika  merupakan  sesuatu  yang  sangat  penting  dan 

mendasar dalam  kehidupan  umat  manusia. Etika juga  sebagai  tolak  ukur 

agar  sikap  mental, kepribadian,  dan  perilaku  manusia, serta  menjadi ciri 

khas dalam membedakan manusia dengan makhluk lainnya.

Guru  sebagai  pendidik  dan  pengajar  memiliki  pengetahuan, 

keterampilan,  dan  sikap  profesional  yang  bertanggung  jawab  terhadap 

peserta  didik.  Dalam  mengajar  guru  dituntut  memiliki  kesiapan  yang 

matang, baik  secara  mental maupun konseptual  menyangkut tugas-tugas 

yang  diembannya  sebagai  seorang  pengajar  dan  pendidik.  Tugas  dan 

tanggung  jawab  utama  seorang  guru  yaitu  mengelola  pengajaran  secara 

lebih  efektif,  dinamis,  efisien,  dan  positif  yang  ditandai  dengan  adanya 

kesadaran  dan  keterlibatan  aktif  antara  dua  subyek  pengajaran,  guru 

sebagai penginisiatif awal dan pengarah serta pembimbing, sedang peserta 

didik  sebagai  yang  mengalami  dan  terlibat  aktif  untuk  memperoleh 

perubahan diri dalam pengajaran.

Konsep Etika Pendidik Terhadap Peserta Didik menurut Kiai Hasyim 

Asy’ari adalah  sebagai  berikut;  Berniat mendidik dan  menyebarkan ilmu 

pengetahuan serta menghidupkan syari’at Islam; Guru hendaknya memiliki 

keihlasan dalam mengajar; Mencintai peserta didik sebagaimana mencinta 

dirinya sendiri,  dll. Sedangkan menurut M. Ngalim Purwanto, sikap  yang 

harus  dimiliki  oleh  seorang  guru  adalah:  1)  Guru harus  bersikap  adil  2) 

Guru harus percaya dan suka kepada murid-muridnya 3) Guru harus sabar 

dan rela  berkorban 4) Guru harus mempunyai pembawaan  terhadap  anak 

10

didiknya  5)  Guru  harus  bersikap  baik  terhadap  teman-temannya  dan 

masyarakat.

11

DAFTAR PUSTAKA

Drajat, Mapan dkk. 2014. Etika Profesi Guru. Bandung : cv. Alfabeta. 

Tas‟adi, Rafsel. 2014. Pentingnya Etika dalam Pendidikan. Ta’dib: Jurnal Ilmu

Pendidikan. Volume 17 Nomor 2.

Iskandar, Agung. 2012. Menghasilkan Guru Dan Professional. Jakarta: Bee

media.

Asy'ari, Hasyim. 1415. Adab al-’Alim wa al-Muta’allim(Pondok Pesantren

Tebuireng) Jombang: Maktabah At-Turats Al-Islamy.

Rohani, Ahmad dkk. 2001. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: Renika Cipta.

Peraturan Pemerintah RI tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan

No. 17 Tahun 2010.

Ikhsanuddin, Muhammad dkk. 2019. Etika Guru dan Murid Perspektif KH.

Hasyim Asy’ari dan  UndangUndang Guru dan  Dose.  Jurnal:  Pendidikan 

Islam, Volome 3 Nomor 2.

Irawan, Doni.  Etika Guru Dalam Mengajar. Academia:

https://www.academia.edu/31128192/etika_guru_dalam_mengajar

Sarjana, Sri dkk. 2016. Pengaruh Etika; Perilaku; dan Kepribadian terhadap

Integritas Guru. Jurnal: Pendidikan dan Kebudayaan. Volume 1 Nomor 3.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DESKRIPSI MATA KULIAH ETIKA DAN PROFESI KEGURUAN

   PETA KONSEP ETIKA DAN PROFESI KEGURUAN Pengertian Etika dan Profesi Keguruan Menurut Para Ahli Guru merupakan salah satu pemodal pendidik...