PERAN GURU DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada mata kuliah
“Etika dan Profesi Keguruan”
Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Hj. S. Maryam Yusuf, M.Ag.
Disusun Oleh Kelompok 6 / PAI F :
1. Nadia Ummu Habibah 201190181
2. Nilna Rizqi Bariroh 201190195
3. Nu’ma Nafisah 201190205
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONOROGO
2022
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan
segala rahmat-Nyalah akhirnya kami bisa menyusun makalah dengan judul
“Peran Guru dalam Bimbingan Konseling". Kami juga mengucapkan terima kasih
kepada Ibu Prof. Dr. Hj. S. Maryam Yusuf, M.Ag. selaku dosen pengampu kami
yang telah memberikan tugas ini kepada kami sehingga kami mendapatkan
banyak tambahan pengetahuan khususnya dalam masalah Etika Profesi dan
Keguruan.
Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami susun
inibisa memberikan banyak manfaat serta menambah pengetahuan terutama dalam
hal “Peran Guru dalam Bimbingan Konseling”. Selain itu, kami menyadari bahwa
makalah ini masih memiliki banyak kekurangan dan membutuhkan perbaikan,
sehingga kami sangat mengharapkan masukan serta kritik dari para pembaca.
Ponorogo, 15 Maret 2022
Penyusun
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i
KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii
DAFTAR ISI ....................................................................................................... iii
BAB I PENDAHUAN
A. Latar Belakang ............................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................................ 1
C. Tujuan ......................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Bimbingan dan Konseling ....................................................... 3
B. Peranan Guru Bidang Studi dalam Layanan Akademik ............................ 4
C. Peranan Guru Bidang Studi dalam Sosial ................................................ 6
D. Peranan Guru Bidang Studi dalam Pribadi ............................................... 8
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ................................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 11
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bimbingan dan konseling merupakan salah satu komponen dalam
keseluruhan sistem pendidikan khususnya di sekolah. Guru sebagai salah
satu pendukung unsur pelaksana pendidikan yang mempunyai tanggung
jawab sbagai pendukung pelaksana layanan bimbingan pendidikan di
sekolah, di tuntut untuk memiliki wawasan yang memadai terhadap
konsep-konsep dasar bimbingan dan konseling di sekolah.
Bimbingan dan konseling juag merupakan suatu program yang
terintegrasidalam keseluruhan proses pembelajaran. kegiatan bimbingan
dan konseling pada dasarnya adalah usaha sadar yang dilakukan oleh guru
pembimbing bersama siswanya untuk mencapai kemandirian dalam
keseluruhan proses kehidupan baik sebagai individu anggota kelompok
keluarga atau masyarakat pada umumnya. Banyaknya terjadi kasus-kasus
menyimpang dari aturan sekolah yang berlaku yang disebabkan oleh
factor-faktor dari dalam maupun dari luar. Artinya baik masalah yang
datang atau timbul dari sokolah itu sendiri maupun dari luar sekolah
seperti keluarga masyarakat maupun lingkungannya itu sendiri. Jadi
kepala sekolah wakil kepala sekolah guru pembimbing serta staf -staf yang
ada disekolah tidak mampu mengatasi itu semua. Jadi disini di butuhkan
atau dihadirkan seorang guru yang bisa mengatasi itu semua. Dimana guru
tersebut telah memenuhi criteria dan keahlian dalam bidang tersebut yaitu
mengatasi masalah siswa nya dalam memberikan layanan bimbingan dan
konseling
B. Rumusan Masalah
1. Bagaiamana pengertian bimbingan dan konseling?
2. Bagaimana peranan guru bidang studi dalam layanan akademik?
3. Bagaimana peranan guru bidang studi dalam sosial ?
4. Bagaimana peranan guru bidang studi dalam pribadi ?
2
C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian bimbingan dan konseling
2. Mengetahui peranan guru bidang studi dalam layanan akademik
3. Mengetahui peranan guru bidang studi dalam sosial
4. Mengetahui peranan guru bidang studi dalam pribadi
3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Bimbingan dan Konseling
Bimbingan dan konseling merupakan upaya proaktif dan sistematik dalam
memfasilitasi individu mencapai tingkat perkembangan yang optimal,
pengembangan perilaku yang efektif, pengembangan lingkungan, dan peningkatan
fungsi atau manfaat individu dalam lingkungannya. Semua perubahan perilaku
tersebut merupakan proses perkembangan individu, yakni proses interaksi antara
individu dengan lingkungan melalui interaksi yang sehat dan produktif.
Bimbingan dan konseling memegang tugas dan tanggung jawab yang penting
untuk mengembangkan lingkungan, membangun interaksi dinamis antara individu
dengan lingkungan, membelajarkan individu untuk mengembangkan, merubah
dan memperbaiki perilaku.
1
Menurut Prayitno, bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk
peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok agar mandiri dan bisa
berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, sosial, belajar maupun
karier melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdaarkan norma-norma yang berlaku. Bimbingan dan Konseling merupakan proses bantuan atau
pertolongan yang diberikan oleh pembimbing (konselor) kepada individu
(Konseli) melalui pertemuan tatap mukaatau hubungan timbal balik antara
keduany, agar konseli mempunyai kemampuan atau kecakapan melihat dan
menemukan masalahnya serta mampu memecahkan masalahnya sendiri, atau
proses pemberian bantuan atau pertolongan yang sistematis dari pembimbing
(konselor) kepada individu (konseli) melalui tatap muka atau hubungan timbal
balik antara keduanya untuk mengunggkap maslah konseli sehingga konseli
mampu melihat masalah sendiri sesuai dengan potensinya, dan mampu
memecahkan sendiri masalah yang dihadapinya.
2
1
Kamaludin, “Bimbingan dan Konseling”, Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 17, no. 4, 2011, hal
448.
2
Ibid, 446.
4
Bimbingan dan konseling merupakan sebuah usaha membantu peserta
didik dalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar,
serta perencanaan dan pengembangan karir. Pelayanan bimbingan dan konseling
memfasilitasi pengembangan peserta didik secara individual, kelompok, dan atau
klasikal, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi,
serta peluang-peluang yang dimiliki. Pelayanan ini juga membantu mengatasi
kelemahan dan hamba tan serta masalah yang dihadapi peserta didik.
3
Bimbingan dan konseling (guidance and counseling) merupakan upaya
yang dilakukan seseorang (pembimbing) untuk membantu mengoptimalkan
individu. Bimbingan merupakan bagian dari program pendidikan secara
keseluruhan yang membantu mengembangkan kesempatan yang dimiliki individu
dan pemberian layanan secara khusus di mana layanan yang diberikan setiap
individu dapat berkembang secara optimal melalui kemampuan dan kapasitas
secara bebas. Layanan bimbingan dan konseling merupakan bantuan yang
diberikan kepada seseorang atau individu agar individu yang bersangkutan dapat
mencapai taraf perkembangan dan kebahagiaan yang optimal dalam menjalani
proses pemahaman, penerimaan, dan penyesuaian diri dan lingkungan di mana ia
berada.
4
Tujuan pemberian layanan bimbingan dan konseling bagi seseorang,
terutama dalam program pendidikan ialah agar individu mampu merencanakan
kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karier, serta kehidupan di masa yang
akan datang. Bimbingan dan konseling juga dimaksudkan untuk mengembangkan
seluruh potensi yang dimiliki seseorang, sehingga orang yang bersangkutan dapat
menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat,
penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, ataupun lingkungan
kerja. Sejalan dengan tujuan layanan bimbingan di atas, maka layanan bimbingan
dan konseling menurut Nurikhsan dibagi ke dalam empat ragam layanan
3
Tohirin,“Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integritas)”, Jakarta:
Grafindo Persada 2011, hal 25.
4
Ahmad Susanto, “Bimbingan dan Konseling di Sekolah, Konsep, Teori dan Aplikasinya”,
Jakarta: Prenadamata Group, 2018, hal 2.
5
bimbingan, yaitu: Bimbingan akademik, Bimbingan pribadi sosial, Bimbingan
karieri dan Bimbingan keluarga. Dapat disimpulkan bahwa bimbingan konseling
merupakan salah satu komponen dalam satuan sistem pendidikan khususnya di
sekolah. Guru sebagai salah satu pendukung unsur pelaksana pendidikan yang
mempunyai tanggung jawab sebagai pendukung pelaksana layanan bimbingan
pendidikan di sekolah, dituntut memiliki wawasan yang memadai terhadap
konsep-konsep dasar bimbingan dan konseling di sekolah.
5
B. Peranan Guru Bidang Studi dalam Layanan Akademik
Perkembangan ilmu dan teknologi dan disertai dengan perkembangan
sosisal budaya yang berlangsung deras dewasa ini, menyebabkan peranan guru
semakin meningkat dari sebagai pengajar menjadi sebagai pembimbing
(konselor). Guru sebagai pembimbing (konselor), dituntut untuk mengadakan
pendekatan bukan saja melalui pendekatan instruksional akan tetapi dibarengi
dengan pendekatan yang bersifat pribadi (personal approach) dalamm setiap
belajar mengajar berlangsung.
Dengan pendekatan pribadi semacam ini guru akan secara langsung
mengenal dan memahami peserta didiknya secara lebih mendalam sehingga dapat
membantu dalam keseluruhan proses belajarnya. Sesuai dengan peran guru
sebagai pembimbing (konselor) adalah ia diharapakan akan dapat merespon segala
masalah tingkah laku yang terjadi dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu
guru harus dipersiapkan agar:
1. Dapat menolong peserta didik memecahkan masalah-masalah yang timbul
antara peserta didik dengan orang taunnya.
2. Bisa memperoleh keahlian dalam membina hubungan yang manusiawi dan
dapat mempersiapkan untuk berkomunikasi dan bekerja sama dengan
bermacam-macam manusia.
Pada akhirnya guru akan memerlukan pengertian tentang dirinya sendiri,
baik motivasi, harapan, prasangka maupun keinginannya. Semua hal itu akan
5
Ahmad Susanto, “Bimbingan dan Konseling di Sekolah, Konsep, Teori dan Aplikasinya”,
Jakarta: Prenadamata Group, 2018, hal 3.
6
memberikan pengaruh pada kemampuan guru dalam berhubungan dengan orang
lain, terutama siswa.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa guru sebagai pembimbing
(konselor) sekaligus berperan sebagai pembimbing dalam proses belajar
mengajar, guru diharapkan mampu untuk:
1. Membantu setiap siswa dalam mengatasi masalah-masalah pribadi yang
dihadapinya.
2. Mengevalusi keberhasilan setiap langkah kegiatan yang telah
dilakukannya.
3. Memberikan kesempatan yang memadai agar setiap siswa dapat belajar
sesuai dengan karakteristik pribadinya.
4. Mengenal dan memahami setiap siswa baik secara individual maupun
secara kelompok.
6
Bimbingan dan konseling yang dilaksanakan di sekolah harus melayani
semua anak didik. Dalam pelayanan ini tidak memandang umur, jenis kelamin,
agama. Suku, dan status sosial maupun ekonomi dari pribadi anak didiknya.
Meskipun terhadap anak yang masih duduk di kelas satu,misalkan seorang guru
yang memberikan bimbingan dan konseling harus melayaninya dengan baik.
Pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah harus memperhatikan
kondisi psikologis dan lingkungan sosial anak didik. Hal ini penting karena
bimbingan dan konseling berhubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan
kondisi psikologis anak didik untuk menyesuaikan dengan lingkungan sosial, baik
itu penyesuaian diri ketika di rumah, disekolah, atau dilingkungan tempat tinggal
dalam bermasyarakat sanat terkait dengan keberhasilan perserta didik dalam
proses belajar mengajar.
C. Peranan Guru Bidang Studi dalam Sosial
Bidang sosial keagamaan, ini merupakan layanan bimbingan dan
konseling untuk membantu siswa dalam proses sosialisasi untuk menganal
lingkungan dan berhubungan dengan lingkungan yang dilandasi budi pekerti.
Pokok-pokok materinya antara lain:
6
Sukardi dan Desak P. E. Nila Kusmawati, Proses Bimbingan dan Konseling di Sekolah. 29-30.
7
1. Pengembangan kemampuan komunikasi.
2. Pengembangan kemampuan bertingkah laku sesuai norma dan agama.
3. Pengembangan hubungan yang dinamis.
4. Pengenalan dan pemahaman peraturan dan tuntutan sekolah, rumah dan
lingkungan.
Disinilah peran guru agama untuk menjadikan Islam sebagai sumber
utama yang berperan membentuk pribadi seorang muslim yang baik. Dengan
berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah, Islam mengarahkan dan membimbing
manusia ke jalan yang diridhoiNya dengan membentuk kepribadian yang
berakhlak karimah. Dengan pendeketan Islami, maka pelaksanaan konseling akan
mengarahkan klien kearah kebenaran dan juga dapat membimbing dan
mengarahkan hati, akkal dan nafsu manusia untuk menuju kepribadian yang
berakhlak karimah yang telah terkristalisasi oleh nilai-nilai ajaran agama
Islam.Dan ini perlu diperhatikan oleh seorang guru untuk menunjang kesuksesan
pendidikan Islam disekolah maupun madrasah dalam melaksanakan bimbingan
dan konseling untuk mengentaskan berbagai permasalahan yang dihadapai oleh
peserta didik serta mengarahkannya untuk membentuk insan kamil yang memiliki
kepribadian berakhlak karimah.
7
Tugas guru dalam layanan bimbingan tidak terbatas dalam kegiatan proses
belajar-mengajar atau dalam kelas saja, tetapi juga kegiatan-kegiatan bimbingan
di luar kelas. Tugas-tugas bimbingan itu antara lain:
1. Memberikan pengajaran perbaikan (remidial teaching).
2. Memberikan pengayaan dan pengembangan bakat siswa.
3. Melakukan kunjungan rumah (home visit).
4. Menyelenggarakan kelompok belajar, yang bermanfaat untuk:
a. Membiasakan anak untuk bergaul dengan teman-temannya,
bagaimana mengemukakan pendapatnya dan menerima pendapat
dari teman lain.
7
Amin Ridwan, Peran Guru Dalam Bimbingan Konseling Siswa Sekolah Dasar, Risalah Jurnal
Pendidikan dan Studi Islam volume. 4, Number. 1, Desember 2017. 11
8
b. Merealisasikan tujuan pendidikan dan pengajaran melalui belajar
secara kelompok.
c. Mengatasi kesulitan-kesulitan, terutama dalam hal pelajaran secara
bersama-sama.
d. Belajar hidup bersama agar nantinya tidak canggung dalam
masyarakat yang lebih luas.
e. Memupuk rasa kegotongroyongan.
8
Guru sering disebut sebagai pemimpin masyarakat (social leader) dan
pekerja sosial (social worker), khususnya dalam masyarakat paguyuban. Dalam
masyarakat pedesaan, sebagai misal, guru sering didudukkan pada status sebagai
sumber pengetahuan, ketika media informasi masih amat terbatas. Dalam
masyarakat paguyuban, antara satu warga yang satu dengan warga yang lain
masih terikat perasaan kebersamaan yang amat kental, dan guru sering menduduki
posisi sebagai tokoh yang diteladani oleh warga masyarakat. Ia menjadi satu-satunya sumber informasi dan sumber ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, guru
sering dipandang menjadi sosok yang digugu dan ditiru.
Status guru sebagai pemimpin masyarakat ini memang tidak selalu
diimbangi dengan dan ekonomi. Tidak sedikit guru yang masih dapat
mempertahankan statusnya sebagai pemimpin sosial, meski kondisi sosial
ekonominya tidak mendukung.
D. Peranan Guru Bidang Studi dalam Pribadi
Dilihat dari segi dirinya (self oriented) seorang guru harus berperan sebagai
berikut:
1. Petugas sosial, yaitu seorang yang harus membantu untuk kepentingan
masyarakat. Dalam kegiatan-kegiatan masyarakat guru senantiasa
merupakan petugas-petugas yang dapat dipercaya untuk berpartisipasi
didalamnya.
8
Soetjipto dan Raflis Kosasi, Profesi Keguruan (Jakarta: Rineka Cipta, 2004), 110.
9
2. Pelajar dan ilmuwan, yaitu senantiasa terus menerus menuntut ilmu
pengetahuan. Dengan berbagai cara setiap saat guru senantiasa belajar
untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan.
3. Orang tua, yaitu mewakili orang tua murid di sekolah dalam pendidikan
anaknya. Sekolah merupakan lembaga pendidikan sesudah keluarga,
sehingga dalam arti luas sekolah merupakan keluarga guru berperan
sebagai orang tua bagi muridnya.
4. Pencari teladan, yaitu yang senantiasa mencarikan teladan yang baik untuk
siswa bukan untuk seluruh masyarakat. Guru menjadi ukuran bagi norma-norma tingkah laku.
5. Pencari keamanan, yaitu yang senantiasa mencarikan rasa aman bagi
siswa. Guru menjadi tempat berlindung bagi siswa-siswa untuk
memperoleh rasa aman dan puas di dalamnya.
9
Layanan bimbingan pribadi adalah berupaya membantu siswa menemukan
dan memahami serta mengembangkan pribadi yang beriman dan bertaqwa
terhadap Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, aktif, kreatif serta sehat jasmani dan
rohani. Bimbingan ini meliputi pokok-pokok materi antara lain:
1. Penanaman sikap kebiasaan.
2. Pengenalan dan pemahaman tentang kekuatan diri sendiri.
3. Pengenalan tentang bakat dan minat.
4. Pengenalan dan pemahaman tentang kelemahan dan penanggulangan nya.
5. Pengembangan kemampuan mengambil keputusan.
6. Perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat.
10
9
Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009), 13.
10
Amiin Ridwan, Peran Guru…, 10.
10
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Layanan bimbingan dan konseling merupakan bantuan yang diberikan
kepada seseorang atau individu agar individu yang bersangkutan dapat
mencapai taraf perkembangan dan kebahagiaan yang optimal dalam menjalani
proses pemahaman, penerimaan, dan penyesuaian diri dan lingkungan di mana
ia berada. Tujuannya agar individu mampu merencanakan kegiatan
penyelesaian studi, perkembangan karier, serta kehidupan di masa yang akan
datang.
Peranan guru bidang studi layanan akadamik antara lain membantu setiap
siswa dalam mengatasi masalah-masalah pribadi yang dihadapinya,
mengevalusi keberhasilan setiap langkah kegiatan yang telah dilakukannya.dan
memberikan kesempatan yang memadai agar setiap siswa dapat belajar sesuai
dengan karakteristik pribadinya. Peranan guru bidang studi dalam sosial antara
lain: memberikan pengajaran perbaikan (remidial teaching), memberikan
pengayaan dan pengembangan bakat siswa, dan melakukan kunjungan rumah
(home visit). Sedangkan peranan guru bidang studi dalam pribadi, guru harus
berperan sebagai petugas sosial, pelajar dan ilmuwan, orang tua, pencari
teladan dan pencari kemauan.
11
DAFTAR PUSTAKA
Kamaludin. (2011)“Bimbingan dan Konseling”. Jurnal Pendidikan dan
Kebudayaan 17. no. 4.
Kosasi, Soetjipto dan Raflis. (2004). Profesi Keguruan. Jakarta: Rineka Cipta.
Kusmawati, Sukardi dan Desak P. E. Nila. Proses Bimbingan dan Konseling di
Sekolah.
Ridwan, Amin. (2017). Peran Guru Dalam Bimbingan Konseling Siswa Sekolah
Dasar. Risalah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam volume. 4, Number. 1.
Susanto Ahmad.(2018)“Bimbingan dan Konseling di Sekolah, Konsep, Teori dan
Aplikasinya”.Jakarta: Prenadamata Group.
Tohirin. (2011) “Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis
Integritas)”. Jakarta: Grafindo Persada.
Usman, Moh. Uzer. (2009). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar