Minggu, 12 Juni 2022

KELOMPOK 06

PERAN GURU DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada mata kuliah 

“Etika dan Profesi Keguruan”

Dosen Pengampu :

Prof. Dr. Hj. S. Maryam Yusuf, M.Ag.

Disusun Oleh Kelompok 6 / PAI F :

1.  Nadia Ummu Habibah     201190181

2.  Nilna Rizqi Bariroh     201190195

3.  Nu’ma Nafisah      201190205

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN 

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONOROGO 

2022 

i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan

segala rahmat-Nyalah akhirnya kami bisa menyusun makalah dengan judul

“Peran Guru dalam Bimbingan Konseling".  Kami juga  mengucapkan terima kasih 

kepada Ibu  Prof. Dr. Hj. S. Maryam Yusuf, M.Ag.  selaku dosen  pengampu kami 

yang telah memberikan tugas ini kepada kami sehingga kami  mendapatkan 

banyak tambahan pengetahuan khususnya dalam masalah Etika Profesi dan 

Keguruan.

Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami susun 

inibisa memberikan banyak manfaat serta menambah pengetahuan terutama dalam

hal “Peran Guru dalam Bimbingan Konseling”. Selain itu,  kami menyadari bahwa 

makalah ini masih memiliki banyak kekurangan dan  membutuhkan perbaikan, 

sehingga kami sangat mengharapkan masukan serta kritik dari para pembaca. 

Ponorogo, 15 Maret 2022

Penyusun

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL  ...........................................................................................  i

KATA PENGANTAR   ........................................................................................  ii

DAFTAR ISI   .......................................................................................................  iii

BAB I PENDAHUAN

A.  Latar Belakang   ............................................................................................  1

B. Rumusan Masalah  ........................................................................................  1

C. Tujuan   .........................................................................................................  2

BAB II PEMBAHASAN 

A.  Pengertian Bimbingan dan Konseling  .......................................................  3

B.  Peranan Guru Bidang Studi dalam Layanan Akademik  ............................  4

C.  Peranan Guru Bidang Studi dalam Sosial   ................................................  6

D.  Peranan Guru Bidang Studi dalam Pribadi ...............................................  8

BAB III PENUTUP

A.  Kesimpulan   .................................................................................................  10

DAFTAR PUSTAKA  ..........................................................................................  11

1

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Bimbingan dan konseling merupakan salah satu komponen dalam 

keseluruhan sistem pendidikan khususnya di sekolah. Guru sebagai salah 

satu pendukung unsur pelaksana  pendidikan yang mempunyai tanggung 

jawab sbagai pendukung pelaksana layanan bimbingan pendidikan di 

sekolah, di tuntut untuk memiliki wawasan yang memadai terhadap 

konsep-konsep dasar bimbingan dan konseling di sekolah.

Bimbingan dan konseling juag merupakan suatu program yang 

terintegrasidalam keseluruhan proses pembelajaran. kegiatan bimbingan 

dan konseling pada dasarnya adalah usaha sadar yang dilakukan oleh guru 

pembimbing bersama siswanya untuk mencapai kemandirian dalam 

keseluruhan proses kehidupan baik sebagai individu anggota kelompok 

keluarga atau masyarakat pada umumnya.  Banyaknya terjadi kasus-kasus 

menyimpang dari aturan sekolah yang berlaku yang disebabkan oleh 

factor-faktor dari dalam maupun dari luar. Artinya baik masalah yang 

datang atau timbul dari sokolah itu sendiri maupun dari luar sekolah 

seperti keluarga masyarakat maupun lingkungannya itu sendiri. Jadi 

kepala sekolah wakil kepala sekolah guru pembimbing serta staf -staf yang 

ada disekolah tidak mampu mengatasi itu semua. Jadi disini di  butuhkan 

atau dihadirkan seorang guru yang bisa mengatasi itu semua. Dimana guru 

tersebut telah memenuhi criteria dan keahlian dalam bidang tersebut yaitu 

mengatasi masalah siswa nya dalam memberikan layanan bimbingan dan 

konseling

B.  Rumusan Masalah

1.  Bagaiamana pengertian bimbingan dan konseling?

2.  Bagaimana peranan guru bidang studi dalam layanan akademik?

3.  Bagaimana peranan guru bidang studi dalam sosial ?

4.  Bagaimana peranan guru bidang studi dalam pribadi ? 

2

C.  Tujuan

1.  Mengetahui pengertian bimbingan dan konseling

2.  Mengetahui peranan guru bidang studi dalam layanan akademik

3.  Mengetahui peranan guru bidang studi dalam sosial

4.  Mengetahui peranan guru bidang studi dalam pribadi

3

BAB II

PEMBAHASAN

A.  Pengertian Bimbingan dan Konseling

Bimbingan dan  konseling merupakan upaya proaktif dan sistematik dalam 

memfasilitasi individu mencapai tingkat perkembangan yang optimal, 

pengembangan perilaku yang efektif, pengembangan lingkungan, dan peningkatan 

fungsi atau manfaat individu dalam lingkungannya. Semua  perubahan perilaku 

tersebut merupakan proses perkembangan individu, yakni proses interaksi antara 

individu dengan lingkungan melalui interaksi yang sehat dan produktif. 

Bimbingan dan konseling memegang tugas dan tanggung jawab yang penting 

untuk mengembangkan lingkungan, membangun interaksi dinamis antara individu 

dengan lingkungan, membelajarkan individu untuk mengembangkan, merubah 

dan memperbaiki perilaku.

1

Menurut Prayitno, bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk 

peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok agar mandiri dan bisa 

berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, sosial, belajar maupun 

karier melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdaarkan norma-norma yang berlaku. Bimbingan dan Konseling merupakan proses bantuan atau 

pertolongan yang diberikan oleh pembimbing (konselor) kepada individu 

(Konseli) melalui pertemuan tatap mukaatau hubungan timbal balik antara 

keduany, agar konseli mempunyai kemampuan atau kecakapan melihat dan 

menemukan masalahnya serta mampu memecahkan masalahnya sendiri, atau 

proses pemberian bantuan atau pertolongan yang sistematis dari pembimbing 

(konselor) kepada individu (konseli) melalui tatap muka atau hubungan timbal 

balik antara keduanya untuk mengunggkap maslah konseli sehingga konseli 

mampu melihat masalah sendiri sesuai dengan potensinya, dan mampu 

memecahkan sendiri masalah yang dihadapinya.

2

1

Kamaludin, “Bimbingan dan Konseling”, Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 17, no. 4, 2011, hal 

448. 

2

Ibid, 446. 

4

Bimbingan dan konseling merupakan sebuah usaha membantu peserta 

didik dalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, 

serta perencanaan dan pengembangan karir. Pelayanan bimbingan dan konseling 

memfasilitasi pengembangan peserta didik secara individual, kelompok, dan atau 

klasikal, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, 

serta peluang-peluang yang dimiliki. Pelayanan ini juga membantu mengatasi 

kelemahan dan hamba tan serta masalah yang dihadapi peserta didik.

3

Bimbingan dan konseling (guidance and counseling) merupakan upaya 

yang dilakukan seseorang (pembimbing) untuk membantu mengoptimalkan 

individu. Bimbingan merupakan bagian dari program pendidikan secara 

keseluruhan yang membantu mengembangkan kesempatan yang dimiliki individu 

dan pemberian layanan secara khusus di mana layanan yang diberikan setiap 

individu dapat berkembang  secara optimal melalui kemampuan dan kapasitas 

secara bebas. Layanan bimbingan dan konseling merupakan bantuan yang 

diberikan kepada seseorang atau individu agar individu yang bersangkutan dapat 

mencapai taraf perkembangan dan kebahagiaan yang optimal dalam menjalani 

proses pemahaman, penerimaan, dan penyesuaian diri dan lingkungan di mana ia 

berada.

4

Tujuan pemberian layanan bimbingan dan konseling bagi seseorang, 

terutama dalam program pendidikan ialah agar individu mampu merencanakan 

kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karier, serta kehidupan di masa yang 

akan datang. Bimbingan dan konseling juga dimaksudkan untuk mengembangkan 

seluruh potensi yang dimiliki seseorang, sehingga orang yang bersangkutan dapat 

menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat, 

penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, ataupun lingkungan 

kerja. Sejalan dengan tujuan layanan bimbingan di atas, maka layanan bimbingan 

dan konseling menurut Nurikhsan dibagi ke dalam empat ragam layanan 

3

Tohirin,“Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integritas)”, Jakarta: 

Grafindo Persada 2011, hal 25.

4

Ahmad Susanto, “Bimbingan dan Konseling di Sekolah, Konsep, Teori dan Aplikasinya”,

Jakarta: Prenadamata Group, 2018, hal 2. 

5

bimbingan, yaitu: Bimbingan akademik, Bimbingan pribadi sosial, Bimbingan 

karieri dan Bimbingan keluarga. Dapat disimpulkan bahwa bimbingan konseling 

merupakan salah satu komponen dalam satuan sistem pendidikan khususnya di 

sekolah. Guru sebagai salah satu pendukung unsur pelaksana pendidikan yang 

mempunyai tanggung jawab sebagai pendukung pelaksana layanan bimbingan 

pendidikan di sekolah, dituntut memiliki wawasan yang memadai terhadap 

konsep-konsep dasar bimbingan dan konseling di sekolah.

5

B.  Peranan Guru Bidang Studi dalam Layanan Akademik

Perkembangan ilmu dan teknologi dan disertai dengan perkembangan 

sosisal budaya yang berlangsung deras dewasa ini, menyebabkan peranan guru 

semakin meningkat dari sebagai pengajar menjadi sebagai pembimbing 

(konselor). Guru sebagai pembimbing (konselor), dituntut untuk mengadakan 

pendekatan bukan saja melalui pendekatan instruksional akan tetapi dibarengi 

dengan pendekatan yang bersifat pribadi (personal approach) dalamm setiap 

belajar mengajar berlangsung. 

Dengan pendekatan pribadi semacam ini guru akan secara langsung 

mengenal dan memahami peserta didiknya secara lebih mendalam sehingga dapat 

membantu dalam keseluruhan proses belajarnya. Sesuai dengan peran guru 

sebagai pembimbing (konselor) adalah ia diharapakan akan dapat merespon segala 

masalah tingkah laku yang terjadi dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu 

guru harus dipersiapkan agar:

1.  Dapat menolong peserta didik memecahkan masalah-masalah yang timbul 

antara peserta didik dengan orang taunnya.

2.  Bisa memperoleh keahlian dalam membina hubungan yang manusiawi dan 

dapat mempersiapkan untuk berkomunikasi dan bekerja sama dengan 

bermacam-macam manusia.

Pada akhirnya guru akan memerlukan pengertian tentang dirinya sendiri, 

baik motivasi, harapan, prasangka maupun keinginannya.  Semua hal itu akan 

5

Ahmad Susanto, “Bimbingan dan Konseling di Sekolah, Konsep, Teori dan Aplikasinya”,

Jakarta: Prenadamata Group, 2018, hal 3. 

6

memberikan pengaruh pada kemampuan guru dalam berhubungan dengan orang 

lain, terutama siswa.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa guru sebagai pembimbing 

(konselor) sekaligus berperan sebagai pembimbing dalam proses belajar 

mengajar, guru diharapkan mampu untuk:

1.  Membantu setiap siswa dalam mengatasi masalah-masalah pribadi yang 

dihadapinya.

2.  Mengevalusi keberhasilan setiap langkah kegiatan yang telah 

dilakukannya.

3.  Memberikan kesempatan yang memadai agar setiap siswa dapat belajar 

sesuai dengan karakteristik pribadinya.

4.  Mengenal dan memahami setiap siswa baik secara individual maupun 

secara kelompok.

6

Bimbingan dan konseling yang dilaksanakan di sekolah harus melayani 

semua anak didik. Dalam pelayanan ini tidak memandang umur, jenis  kelamin, 

agama. Suku, dan status sosial maupun ekonomi dari pribadi anak didiknya. 

Meskipun terhadap anak yang masih duduk di kelas satu,misalkan seorang guru 

yang memberikan bimbingan dan konseling harus melayaninya dengan baik.

Pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah harus memperhatikan 

kondisi psikologis dan lingkungan sosial anak didik. Hal ini penting karena 

bimbingan dan konseling berhubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan 

kondisi psikologis anak didik untuk menyesuaikan dengan lingkungan sosial, baik 

itu penyesuaian diri ketika di rumah, disekolah, atau dilingkungan tempat tinggal 

dalam bermasyarakat sanat terkait dengan keberhasilan perserta didik dalam 

proses belajar mengajar.

C.  Peranan Guru Bidang Studi dalam Sosial 

Bidang sosial keagamaan, ini merupakan layanan bimbingan dan 

konseling untuk membantu siswa dalam proses sosialisasi untuk menganal 

lingkungan dan berhubungan dengan lingkungan yang dilandasi budi pekerti. 

Pokok-pokok materinya antara lain:

6

Sukardi dan Desak P. E. Nila Kusmawati, Proses Bimbingan dan Konseling di Sekolah. 29-30. 

7

1.  Pengembangan kemampuan komunikasi.

2.  Pengembangan kemampuan bertingkah laku sesuai norma dan agama.

3.  Pengembangan hubungan yang dinamis.

4.  Pengenalan dan pemahaman peraturan dan tuntutan sekolah, rumah dan 

lingkungan.

Disinilah peran guru agama untuk menjadikan Islam sebagai sumber 

utama yang berperan membentuk pribadi seorang muslim yang baik. Dengan 

berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah, Islam mengarahkan dan membimbing 

manusia ke jalan yang diridhoiNya dengan membentuk kepribadian yang 

berakhlak karimah. Dengan pendeketan Islami, maka pelaksanaan konseling akan 

mengarahkan klien kearah kebenaran dan juga dapat membimbing dan 

mengarahkan hati, akkal dan nafsu manusia untuk menuju kepribadian yang 

berakhlak karimah yang  telah terkristalisasi oleh  nilai-nilai ajaran agama 

Islam.Dan ini perlu diperhatikan oleh seorang guru untuk menunjang kesuksesan 

pendidikan Islam disekolah maupun madrasah dalam melaksanakan bimbingan 

dan konseling untuk mengentaskan berbagai permasalahan  yang dihadapai oleh 

peserta didik serta mengarahkannya untuk membentuk insan kamil yang memiliki 

kepribadian berakhlak karimah.

7

Tugas guru dalam layanan bimbingan tidak terbatas dalam kegiatan proses 

belajar-mengajar atau dalam kelas saja, tetapi juga kegiatan-kegiatan bimbingan 

di luar kelas. Tugas-tugas bimbingan itu antara lain: 

1.  Memberikan pengajaran perbaikan (remidial teaching).

2.  Memberikan pengayaan dan pengembangan bakat siswa.

3.  Melakukan kunjungan rumah (home visit).

4.  Menyelenggarakan kelompok belajar, yang bermanfaat untuk: 

a.  Membiasakan anak untuk bergaul dengan teman-temannya, 

bagaimana mengemukakan pendapatnya dan menerima pendapat 

dari teman lain.

7

Amin Ridwan, Peran Guru Dalam Bimbingan Konseling Siswa Sekolah Dasar, Risalah Jurnal 

Pendidikan dan Studi Islam volume. 4, Number. 1, Desember 2017. 11 

8

b.  Merealisasikan tujuan pendidikan dan pengajaran melalui belajar 

secara kelompok.

c.  Mengatasi kesulitan-kesulitan, terutama dalam hal pelajaran secara 

bersama-sama.

d.  Belajar hidup bersama agar nantinya tidak canggung dalam 

masyarakat yang lebih luas.

e.  Memupuk rasa kegotongroyongan.

8

Guru sering disebut sebagai pemimpin masyarakat (social leader) dan 

pekerja sosial (social worker), khususnya dalam masyarakat paguyuban. Dalam 

masyarakat pedesaan, sebagai misal, guru sering didudukkan pada status sebagai 

sumber pengetahuan, ketika media informasi masih amat terbatas. Dalam 

masyarakat paguyuban, antara satu warga yang satu dengan warga yang lain 

masih terikat perasaan kebersamaan yang amat kental, dan guru sering menduduki 

posisi sebagai tokoh yang diteladani oleh warga masyarakat. Ia menjadi satu-satunya sumber informasi dan sumber ilmu pengetahuan. Oleh  karena itu, guru 

sering dipandang menjadi sosok yang digugu dan ditiru.

Status guru sebagai pemimpin masyarakat ini memang tidak selalu 

diimbangi dengan dan ekonomi. Tidak sedikit guru yang masih dapat 

mempertahankan statusnya sebagai pemimpin sosial, meski kondisi sosial 

ekonominya tidak mendukung.

D.  Peranan Guru Bidang Studi dalam Pribadi

Dilihat dari segi dirinya  (self oriented)  seorang guru harus berperan sebagai 

berikut:

1.  Petugas sosial, yaitu seorang yang harus membantu untuk kepentingan 

masyarakat. Dalam kegiatan-kegiatan masyarakat  guru senantiasa 

merupakan petugas-petugas yang dapat dipercaya untuk berpartisipasi 

didalamnya. 

8

Soetjipto dan Raflis Kosasi, Profesi Keguruan (Jakarta: Rineka Cipta, 2004), 110. 

9

2.  Pelajar dan ilmuwan, yaitu senantiasa  terus  menerus menuntut ilmu 

pengetahuan. Dengan berbagai cara setiap saat guru  senantiasa belajar 

untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan. 

3.  Orang tua, yaitu mewakili orang tua murid di sekolah dalam pendidikan 

anaknya. Sekolah  merupakan lembaga pendidikan  sesudah keluarga, 

sehingga dalam arti luas sekolah merupakan  keluarga guru berperan 

sebagai orang tua bagi muridnya. 

4.  Pencari teladan, yaitu yang senantiasa mencarikan teladan yang baik untuk 

siswa bukan untuk seluruh masyarakat. Guru menjadi ukuran bagi norma-norma tingkah laku. 

5.  Pencari keamanan, yaitu yang senantiasa mencarikan rasa aman bagi 

siswa.  Guru menjadi tempat berlindung bagi siswa-siswa untuk 

memperoleh rasa aman dan puas di dalamnya.

9

Layanan bimbingan pribadi adalah berupaya  membantu siswa menemukan 

dan memahami serta mengembangkan pribadi yang beriman dan bertaqwa 

terhadap Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, aktif, kreatif serta sehat jasmani dan 

rohani. Bimbingan ini meliputi pokok-pokok materi antara lain:

1.  Penanaman sikap kebiasaan. 

2.  Pengenalan dan pemahaman tentang kekuatan diri sendiri. 

3.  Pengenalan tentang bakat dan minat. 

4.  Pengenalan dan pemahaman tentang kelemahan dan penanggulangan nya. 

5.  Pengembangan kemampuan mengambil keputusan. 

6.  Perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat.

10

9

Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009), 13.

10

Amiin Ridwan,  Peran Guru…, 10. 

10

BAB III

PENUTUP

A.  Kesimpulan

Layanan bimbingan dan konseling merupakan bantuan yang diberikan 

kepada seseorang atau individu agar individu yang  bersangkutan dapat 

mencapai taraf perkembangan dan kebahagiaan yang optimal dalam menjalani 

proses pemahaman, penerimaan, dan penyesuaian diri dan lingkungan di mana 

ia berada.  Tujuannya  agar individu mampu merencanakan kegiatan 

penyelesaian studi, perkembangan karier, serta kehidupan di masa yang akan 

datang.

Peranan guru bidang studi layanan akadamik antara lain  membantu setiap 

siswa dalam mengatasi masalah-masalah pribadi yang dihadapinya, 

mengevalusi keberhasilan setiap langkah kegiatan yang telah  dilakukannya.dan 

memberikan kesempatan yang memadai agar setiap siswa dapat belajar sesuai 

dengan karakteristik pribadinya.  Peranan guru bidang studi dalam sosial antara 

lain:  memberikan pengajaran perbaikan (remidial teaching), memberikan 

pengayaan dan pengembangan bakat siswa, dan melakukan kunjungan rumah 

(home visit).  Sedangkan peranan guru bidang studi dalam pribadi, guru harus 

berperan sebagai petugas sosial, pelajar dan ilmuwan, orang tua, pencari 

teladan dan pencari kemauan.

11

DAFTAR PUSTAKA

Kamaludin. (2011)“Bimbingan dan Konseling”. Jurnal Pendidikan dan 

Kebudayaan 17. no. 4.

Kosasi, Soetjipto dan Raflis. (2004). Profesi Keguruan. Jakarta: Rineka Cipta.

Kusmawati,  Sukardi dan Desak P. E. Nila.  Proses Bimbingan dan Konseling di 

Sekolah.

Ridwan,  Amin. (2017).  Peran Guru Dalam Bimbingan Konseling Siswa Sekolah 

Dasar. Risalah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam volume. 4, Number. 1.

Susanto Ahmad.(2018)“Bimbingan dan Konseling di Sekolah, Konsep, Teori dan

Aplikasinya”.Jakarta: Prenadamata Group. 

Tohirin. (2011) “Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis 

Integritas)”. Jakarta: Grafindo Persada.

Usman, Moh. Uzer. (2009).  Menjadi Guru Profesional.  Bandung: Remaja 

Rosdakarya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DESKRIPSI MATA KULIAH ETIKA DAN PROFESI KEGURUAN

   PETA KONSEP ETIKA DAN PROFESI KEGURUAN Pengertian Etika dan Profesi Keguruan Menurut Para Ahli Guru merupakan salah satu pemodal pendidik...