i
PERANAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KURIKULUM
Tugas ini untuk memenuhi mata kuliah Etika dan Profesi Keguruan
Dosen Pengampu: Prof. Dr. Hj. S. Maryam Yusuf, M. Ag
Kelompok 07/ PAI.F
Nadiya Fitriana 201190182
Niswatun Khasanah 201190196
Rohmad Nur Alifudin 201190246
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO
APRIL 2022
ii
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt., yang telah
memberikan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga
kami dapat menyusun dan menyelesaikan penyusunan makalah yang
berjudul “PERANAN GURU DALAM PENGEMBANGAN
KURIKULUM “. Penulis menyusun makalah ini untuk memenuhi tugas
pada mata kuliah yang diampu oleh ibu Prof. Dr. Hj. S. Maryam Yusuf, M.
Ag. Dalam penulisan makalah ini tentu masih banyak kekuarangan baik
pada materi maupun teknis penulisan materi. Untuk itu kritik dan saran yang
membangun dari semua pihak kami harapkan demi penyempurnaan
pembuatan makalah ini.
Ponorogo, 28 Februari 2022
Penyusun
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i
KATA PENGANTAR .................................................................................. ii
DAFTAR ISI ................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 1
A. Latar Belakang ...................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................ 1
C. Tujuan ................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN .............................................................................. 2
A. Pengertian Kurikulum .......................................................................... 2
B. Kegiatan Guru dalam Merencanakan Kurikulum ................................. 3
C. Kegiatan Guru dalam Melaksanakan Kurikulum ................................. 5
D. Kegiatan Guru dalam Menilai Kurikulum ............................................ 6
BAB III PENUTUP ...................................................................................... 8
A. Kesimpulan ........................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 9
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Guru sebagai pengembang kurikulum harus mampu
menterjemahkan, menjabarkan dan mentransformasikan nilai- nilai
yang terkandung dalam kurikulum kepada anak didik. Dalam
pengembangan kurikulum, guru dapat melaksanakan beberapa
kegiatan, yaitu: merencanakan, melaksanakan, dan menilai
kurikulum. Melalui perencanaan kurikulum, guru dapat
memperkirakan apa yang hendak diwujudkan dalam proses belajar
mengajar. Setelah membuat rencana pengajaran, kegiatan guru
berikutnya adalah melaksanakan kurikulum yang disebut juga
dengan melaksanakan proses belajar mengajar. Ada beberapa
langkah yang dapat ditempuh guru dalam melaksanakan proses
belajar mengajar, yaitu mempersiapkan anak didik dalakm kondisi
belajar, membahas materi, mengadakan peneilaian, dan tindak lanjut
untuk mengetahui tingkat keberhasilan penegajaran.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian kurikulum ?
2. Bagaimana kegiatan guru dalam merencanakan kurikulum ?
3. Bagaimana kegiatan guru dalam melaksanakan kurikulum ?
4. Bagaimana kegiatan guru dalam menilai kurikulum ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian kurikulum.
2. Untuk mengetahui kegiatan guru dalam merencanakan
kurikulum.
3. Untuk mengetahui kegiatan guru dalam melaksanakan
kurikulum.
4. Untuk mengetahui kegiatan guru dalam menilai kurikulum.
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kurikulum
Pengertian kurikulum berbeda satu dengan yang lainnya,
sesuai dengan pola pikir serta pandangan dari pakar tersebut. Istilah
kurikulum berasal dari bahasa latin yaitu Curriculae, artinya jarak
yang harus ditempuh oleh seorang pelari.
1
Di Indonesia istilah kurikulum baru saja popular sejak tahun
lima puluhan. Sekarang istilah kurikulum telah dikenal orang di luar
dunia pendidikan. Sebelumnya yang lazim digunakan adalah
rencana pelajaran. Pada dasarnya kurikulum sama artinya dengan
rencana pelajaran.
2
Di dalam UU RI No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal
1 ayat 19 (UU RI No. 2 tahun 1989 tentang Sisdiknas Pasal 1 ayat
9), dikatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan
pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang
digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran
untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Menurut J. Lloyd Trump dan Delmas F. Miller dalam buku
Secondary School Improvemant (1973), bahwa kurikulum sangat
luas termasuk metode belajar mengajar, cara mengevaluasi murid
dan seluruh program, perubahan tenaga pengajar, bimbingan dan
penyuluhan, supervise dan administrasi dan hal- hal struktural
mengenai waktu, jumlah ruangan serta kemungkinan memilih mata
pelajaran. Ketiga aspek pokok, program, manusia, dan fasilitas
sangat erat hubungannya, sehingga tak mungkin diadakan perbaikan
kalau tidak diperhatikan ketiganya.
3
1
Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), hal. 16.
2
S. Nasution, Asas- Asas Kurikulum, (Jakarta: Bumi Aksara, 2006), hal. 2.
3
Ibid., hal 6.
3
Berdasarkan beberapa pendapat tentang kurikulum yang
disampaiakan berbagai pendapat, maka penulis dapat menyimpulkan
bahwa kurikulum merupakan program pendidikan yang disediakan
oleh lembaga pendidikan untuk peserta didiknya, yang mencakup
metode belajar mengajar, evaluasi pendidikan, program pendidikan,
perubahan pengajar, bimbingan dan konseling, supervise,
administrasi, serta hal- hal struktural.
B. Kegiatan Guru dalam Merencanakan Kurikulum
Kurikulum dapat dilaksanakan dengan baik dibutuhkan
adanya suatu perencanaan yang sistematis dan memadai. Melalui
perencanaan diharapkan dapat memperkirakan tentang apa- apa yang
hendak diwujudkan sewaktu proses belajar mengajar terjadi. Adapun
perencanaan ini meliputi: menentukan tujuan pengajaran,
menentukan bahan pelajaran, menentukan metode dan alat
pengajaran, dan merencanakan penilaian pengajaran.
4
Langkah pertama yang harus ditempuh guru dalam
merencanakan proses belajar mengajar adalah menentukan tujuan
yang ingin dicapai setelah pelaksanaan proses belajar mengajar
berlangsung. Tujuan dapat memberi pedoman terhadap apa yang
akan dilakukan dan bagaimana cara pelaksanaannya. Tujuan dapat
juga digunakan sebagai patokan untuk mengetahui hingga mana
tujuan tersebut dicapai.
Tujuan ini merupakan suatu pokok bahasan yang lebih
spesifik yang merupakan hasil proses belajar mengajar. Tujuan
pelajaran ini mengandung muatan yang menjadi bahan pelajaran.
Menurut Bloom mengklasifikasikan tujuan tersebut ke dalam tiga
ranah besar, yaitu : kognitif afektif, dan psikomotorik.
5
Tuuan ini
4
Sudjana, Nana, Dasar- Dasar Proses…, hal. 31.
5
Bloom, Benjamin S., Toxonomy of Educational Objective: The Classification of Educational
Goal, New York: Logman Inc, 1954, hal. 16.
4
bersumber dari kebutuhan anak kebutuhan masyarakat, ilmu
pengetahuan, dan filsafat.
6
Langkah kedua dalam merencanakan proses belajar mengajar
adalah menetapkan bahan pelajaran. Bahan pelajaran berkenaan
dengan menjawab pertanyaan, yaitu “apa yang akan diajarkan? ”.
Bahan pelajaran merupakan isi kurikulum yang diberikan kepda
anak didik sewaktu berlangsugnya proses bealajar mengajar. Dalam
hal ini guru perlu memahami bahan pelajaran terlebih dahulu
sebelum diajarkan kepada anak didik.
Bahan pelajaran yang ingin disajikan kepada anak didik perlu
dirancang dan diorganisir dengan baik. Menurut Nasution,
mengemukakan bahwa organisasi kurikulum sebagai pola atau
bentuk bahan pelajaran yang disusun dan disampaikan kepada
murid.
7
Ada beberapa jenis organisasi kurikulum yang dapat digunakan
untuk mencapai tujuan pengajaran, yaitu antara lain:
a. Organisasi kurikulum berdasarkan mata pelajaran
b. Organisasi kurikulum berdasarkan kebutuhan anak
c. Organisasi kurikulum berdasarkan masalah- masalah yang
dihadapi masyarakat.
8
Langkah ketiga dalam merencanakan proses belajar mengajar
adalah menentukan metode mengajar. Menentukan metode mengajar
erat kaitannya dengan pemilihan strategi belajar mengajar yang
paling efisien dan efektif. Ada beberapa pertimbangan yang perlu
diperhatikan dalam memilih metode mengajar, yaitu: (a) tujuan
6
Ansyar, Moh., Pengembangan KurikuLum, Jakarta: P2LPTK. Ditjen Dikti. Depdikbud, 1988,
hal. 95.
7
Nasution, S., Didaktik Asas- Asas…, hal. 142.
8
Sukmadinata, Nana Syaodih, Prinsip dan Landasan…, hal. 123.
5
pengajaran yang dicapai; (b) bahan pelajaran yang akan diajarkan;
dan (c) jenis belajar anak didik yang diinginkan.
Langkah yang terakhir dalam merencanakan proses belajar
adalah merencanakan evaluasi atau penilaian pengajaran. Pada
dasarnya penilaian adalah suatu proses menentukan nilai dari suatu
objek atau peristiwa dalam konteks situasi tertentu.
9
Menurut
Sukmadinata mengatakan bahwa untuk mengevaluasi komponen-komponen dan proses pelaksanaan mengajar bukan hanya digunakan
tes tetapi juga digunakan bentuk- bentuk tes, seperti observasi, studi
documenter analisis hasil, angket, dan checklist.
10
Pelaksanaannya
dapat berlangsung sewaktu atau Setelah proses belajar mengajar
berlangsung.
C. Kegiatan Guru dalam Melaksanakan Kurikulum
Dalam melaksanakan kurikulum seorang guru melaksanakan
pembelajaran secara rinci mulai dari pendahuluan hingga penutup, guru
sebagai fasilitator yang memandu siwa dalam proses belajar, guru
memberikan pendidikan karakter kepada siswa selama mengajar, guru
memberikan bimbingan kepada siswa dalam belajar dan memberikan
kebebasan kepada anak untuk menyelidiki, mengamati, belajar, dan
memecahkan masalah secara mandiri dengan pendekatan saintifik yang
digunakan dalam metode pembelajaran yang bervariasi untuk
meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar Guru memilih dan
menggunakan media pembelajaran yang bervariasi sesuai dengan
karakter mata pelajaran untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam
mengikuti pembelajaran, dan guru juga memilih sumber belajar yang
sesuai dan cocok diterapkan dalam proses pembelajaran.
9
Sudjana, Nana, Dasar- Dasar Proses…, hal. 119.
10
Sukmadinata, Nana Syaodih, Prinsip dan Landasan…, hal.121.
6
Penanaman karakter ini perlu dilakukan oleh semua guru di
berbagai mata pelajaran berbeda. Peran seorang guru adalah
menyampaikan ilmu pengetahuan sebagai warisan kebudayaan masa
lalu yang dianggap berguna sehingga harus dilestarikan.
Pembelajaran yang efektif hanya akan terjadi jika guru menentukan
metode, bentuk, dan makna pembelajaran yang akan disampaikan
kepada siswa dengan tetap memperhatikan karakteristik siswa.
Peran guru yang tepat dalam pengembangan dan
penyampaian pembelajaran adalah guru memilih dan mengubah
materi pembelajaran yang telah ada agar sesuai dengan kebutuhan
belajar peserta didik untuk mencapai KD dan KI yang telah
ditetapkan dalam standard isi.
11
Dalam proses pembelajaran guru dituntut untuk mampu
menjadi fasilitator, selain itu guru juga harus mampu melaksanakan
metode pembelajaran. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan minat
belajar siswa disesuaikan dengan mata pelajaran yang akan
diajarkan, dengan kata lain guru sudah mengaplikasikan peranya
sebagai implementer sekaligus adafters dengan menyesuaikan
karakteristik peserta didik, materi maupun kebutuhan local dengan
menentukan metode pembelajaran yang bervariasi.
12
D. Kegiatan Guru dalam Menilai Kurikulum
Pelaksanaan kurikulum yang telah dilakukan guru perlu
diadakan penilaian atau evaluasi. Penilaian bertujuan untuk
mengetahui kelemahan dan kekurangan terhadap komponen-komponen kurikulum. Hasil penilaian ini dapat digunakan sebagai
11
Tri Andiyanto, “Peran Guru Dalam Implementasi Kurikulum 2013: Stusi Pada TK Mentari
Kec. Abung Selatan Kab. Lampung Utara”,Jurnal Elementary, Vol. 3, edisi Januari-Juni,
2017, hal 77.
12
Saraswati dkk, “Peran Guru Dalam Implementasi Kurikulum 2013”, jurnal Pendidikan
dan Pengajaran, Vol. 1, No. 3, 2020, hal 124.
7
bahan masukan untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan
terhdap kurikulum yang berlaku.
Guru sebagai pengembang kurikulum disekolah sebaiknya
melakukan penilaian terhadap kurikulum yang sedang
dilaksanakannya. Kegiatan terbaik bagi guru sebagai pengembang
kurikulum di sekolah adalah melakukan evaluasi kurikulum secara
terus menerus dan bersifat menyeluruh.
13
Penilaian kurikulum
ditujukan pada kurikulum sebagai ide, kurikulum sebagai rencana,
kurikulum sebagai proses, kurikulum sebagai hasil, tujuan
pengajaran, bahan pengajaran, kualitas guru, kualitas siswa, sarana
dan prasarana pengajaran dan lain-lain.
Pendekatan dan teknik penilaian kurikulum itu beragam
sesuai dengan sasaran, fungsi, dan tujuan penilaian. Untuk menilai
dimensi kuantitatif, misalnya hasil belajar siswa, depat digunakann
teknik penilaian berupa tes-tes standard. Sedangkan untuk dimensi
kualitatif digunakan melalui observasi, wawancara dll.
14
13
Sukamadinata, Nana Syaodih, Prinsip dan Landasan…,hal. 191.
14
Azhar M.Nur, “Tugas Guru Sebagai Pengembang Kurikulum”, Jurnal Ilmiah DIDAKTIKA,
Vol. XII, No. 1,2011, hal. 64.
8
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kurikulum merupakan program pendidikan yang disediakan
oleh lembaga pendidikan untuk peserta didiknya, yang
mencakup metode belajar mengajar, evaluasi pendidikan,
program pendidikan, perubahan pengajar, bimbingan dan
konseling, supervise, administrasi, serta hal- hal struktural
lainnya.
Melalui perencanaan kurikulum, guru dapat memperkirakan
apa yang hendak diwujudkan dalam proses belajar mengajar.
Ada beberapa langkah yang harus ditempuh dalam
merencanakan proses belajar mengajar, yaitu : menentukan
tujuan yang ingin dicapai, menetapkan bahan pelajaran,
menentukan metode mengajar, dan merencanakan evaluasi atau
penilaian pengajaran.
Setelah membuat rencana pengajaran, kegiatan guru
berikutnya adalah melaksanakan kurikulum. Kegiatan ini disebut
juga melaksanakan proses belajar mengajar. Ada beberapa
langkah yang dapat ditempuh guru dalam melaksanakan proses
belajar mengajar yaitu mempersiapkan anak dan kondisi belajar,
membahas materi, dan mengadakan penilaian dan tindak
lanjut,guna untuk mengetahui tingkat keberhasilan pengajaran.
9
DAFTAR PUSTAKA
Ardy W., Novan. Etika Profesi Keguruan. Ypgyakarta: Gava
Media, 2015
Ansyar, Moh., Pengembangan Kurikulum. Jakarta: P2LPTK. Ditjen
Dikti. Depdikbud, 1988.
Mulyasa, E., (2006). Menjadi Guru Profesional menciptakan
pembelajaran kreatif dan menyenangkan. Bandung: Remaja
Rosdakarya
Nur, Azam,2011, “Tugas Guru Sebagai Pengembang Kurikulum”, Jurnal
Ilmiah DIDAKTIKA, Vol. XII, No. 1.
Nasution, S., Didaktik Asas- Asas Mengajar, Bandung: Jemmars,
1986.
Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta: Bumi
Aksara, 2007.
S. Nasution, Asas- Asas Kurikulum, Jakarta: Bumi Aksara, 2006.
Sudjana, Nana, Dasar- Dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung:
Sinar Baru, 1989.
Sukmadinata, Nana Syaodih, Prinsip dan Landasan Pengembangan
Kurikulum,, Jakarta: P2LPTK Ditjen Dikti. Depdikbud, 1988.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar