Minggu, 12 Juni 2022

KELOMPOK 07

 i

PERANAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KURIKULUM

Tugas ini untuk memenuhi mata kuliah Etika dan Profesi Keguruan

Dosen Pengampu: Prof. Dr. Hj. S. Maryam Yusuf, M. Ag 

Kelompok 07/ PAI.F

Nadiya Fitriana    201190182

Niswatun Khasanah    201190196

Rohmad Nur Alifudin    201190246

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO

APRIL 2022 

ii

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt., yang telah 

memberikan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga 

kami dapat menyusun dan menyelesaikan penyusunan makalah yang 

berjudul “PERANAN GURU DALAM PENGEMBANGAN 

KURIKULUM  “. Penulis menyusun makalah  ini untuk memenuhi  tugas 

pada mata kuliah yang diampu oleh ibu Prof. Dr. Hj. S. Maryam Yusuf, M. 

Ag. Dalam penulisan makalah ini tentu masih banyak kekuarangan baik 

pada materi maupun teknis penulisan materi. Untuk itu kritik dan saran yang 

membangun dari semua pihak kami harapkan demi penyempurnaan 

pembuatan makalah ini.

Ponorogo, 28 Februari 2022

Penyusun 

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL  .....................................................................................  i

KATA PENGANTAR  ..................................................................................  ii

DAFTAR ISI  ................................................................................................  iii

BAB I PENDAHULUAN  .............................................................................  1

A.  Latar Belakang  ......................................................................................  1

B.  Rumusan Masalah ................................................................................  1

C.  Tujuan  ...................................................................................................  1

BAB II PEMBAHASAN  ..............................................................................  2

A.  Pengertian Kurikulum ..........................................................................  2

B.  Kegiatan Guru dalam Merencanakan Kurikulum  .................................  3

C.  Kegiatan Guru dalam Melaksanakan Kurikulum  .................................  5

D.  Kegiatan Guru dalam Menilai Kurikulum  ............................................  6

BAB III PENUTUP  ......................................................................................  8

A.  Kesimpulan  ...........................................................................................  8

DAFTAR PUSTAKA  ...................................................................................  9

1

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Guru sebagai  pengembang kurikulum harus mampu 

menterjemahkan, menjabarkan dan mentransformasikan nilai-  nilai 

yang terkandung dalam kurikulum kepada anak didik. Dalam 

pengembangan kurikulum, guru dapat melaksanakan beberapa 

kegiatan, yaitu: merencanakan, melaksanakan,  dan menilai 

kurikulum. Melalui perencanaan kurikulum, guru dapat 

memperkirakan apa yang hendak diwujudkan  dalam proses belajar 

mengajar. Setelah membuat rencana pengajaran, kegiatan guru 

berikutnya adalah melaksanakan kurikulum yang disebut juga 

dengan melaksanakan proses belajar mengajar. Ada beberapa 

langkah yang dapat ditempuh guru dalam melaksanakan proses 

belajar mengajar, yaitu mempersiapkan anak didik dalakm kondisi 

belajar, membahas materi, mengadakan peneilaian, dan tindak lanjut 

untuk mengetahui tingkat keberhasilan penegajaran.

B.  Rumusan Masalah

1.  Apa pengertian kurikulum ?

2.  Bagaimana kegiatan guru dalam merencanakan kurikulum ?

3.  Bagaimana kegiatan guru dalam melaksanakan kurikulum ?

4.  Bagaimana kegiatan guru dalam menilai kurikulum ?

C.  Tujuan 

1.  Untuk mengetahui pengertian kurikulum.

2.  Untuk mengetahui kegiatan guru dalam merencanakan 

kurikulum.

3.  Untuk mengetahui kegiatan guru dalam melaksanakan 

kurikulum.

4.  Untuk mengetahui kegiatan guru dalam menilai kurikulum. 

2

BAB II

PEMBAHASAN

A.  Pengertian Kurikulum

Pengertian kurikulum berbeda satu dengan yang lainnya, 

sesuai dengan pola pikir serta pandangan dari pakar tersebut. Istilah 

kurikulum berasal dari bahasa latin yaitu  Curriculae, artinya jarak 

yang harus ditempuh oleh seorang pelari.

1

Di Indonesia istilah  kurikulum baru saja popular sejak tahun 

lima puluhan. Sekarang istilah kurikulum telah dikenal orang di luar 

dunia pendidikan. Sebelumnya yang lazim digunakan adalah 

rencana pelajaran. Pada dasarnya kurikulum sama artinya dengan 

rencana pelajaran.

2

Di dalam UU RI No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 

1 ayat 19 (UU RI No. 2 tahun 1989 tentang Sisdiknas Pasal 1 ayat 

9), dikatakan bahwa kurikulum adalah  seperangkat rencana dan 

pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang 

digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran 

untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Menurut J. Lloyd Trump dan Delmas F. Miller dalam buku 

Secondary School Improvemant  (1973), bahwa kurikulum sangat 

luas termasuk metode belajar mengajar, cara  mengevaluasi murid 

dan seluruh program, perubahan tenaga  pengajar, bimbingan dan 

penyuluhan, supervise dan administrasi dan hal-  hal struktural 

mengenai waktu, jumlah ruangan serta kemungkinan memilih mata 

pelajaran. Ketiga aspek pokok, program, manusia,  dan fasilitas 

sangat erat hubungannya, sehingga tak mungkin diadakan perbaikan 

kalau tidak diperhatikan ketiganya.

3

1

Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), hal. 16.

2

S. Nasution, Asas- Asas Kurikulum, (Jakarta: Bumi Aksara, 2006), hal. 2.

3

Ibid., hal 6. 

3

Berdasarkan beberapa pendapat tentang kurikulum yang 

disampaiakan berbagai pendapat, maka penulis dapat menyimpulkan 

bahwa kurikulum merupakan program pendidikan yang disediakan

oleh lembaga pendidikan untuk peserta didiknya, yang mencakup 

metode belajar mengajar, evaluasi pendidikan, program pendidikan, 

perubahan pengajar, bimbingan dan konseling, supervise, 

administrasi, serta hal- hal struktural.

B.  Kegiatan Guru dalam Merencanakan Kurikulum

Kurikulum dapat dilaksanakan dengan baik dibutuhkan 

adanya suatu perencanaan yang sistematis dan memadai. Melalui 

perencanaan diharapkan dapat memperkirakan tentang apa- apa yang 

hendak diwujudkan sewaktu proses belajar mengajar terjadi. Adapun 

perencanaan ini meliputi: menentukan tujuan pengajaran, 

menentukan bahan pelajaran, menentukan metode  dan alat 

pengajaran, dan merencanakan penilaian pengajaran.

4

Langkah pertama yang harus ditempuh guru dalam 

merencanakan  proses belajar mengajar adalah menentukan tujuan 

yang ingin dicapai setelah pelaksanaan  proses belajar mengajar 

berlangsung. Tujuan dapat memberi pedoman terhadap apa yang 

akan dilakukan dan bagaimana cara pelaksanaannya. Tujuan dapat 

juga digunakan sebagai patokan untuk mengetahui hingga mana 

tujuan tersebut dicapai.

Tujuan ini merupakan suatu pokok bahasan yang lebih 

spesifik yang merupakan hasil proses belajar mengajar. Tujuan 

pelajaran ini mengandung muatan  yang menjadi bahan pelajaran. 

Menurut Bloom mengklasifikasikan tujuan tersebut ke dalam tiga 

ranah besar, yaitu : kognitif afektif, dan psikomotorik.

5

Tuuan ini 

4

Sudjana, Nana, Dasar- Dasar Proses…, hal. 31.

5

Bloom, Benjamin S., Toxonomy of Educational Objective: The Classification of Educational 

Goal, New York: Logman Inc, 1954, hal. 16. 

4

bersumber dari kebutuhan anak kebutuhan masyarakat, ilmu 

pengetahuan, dan filsafat.

6

Langkah kedua dalam merencanakan proses belajar mengajar 

adalah menetapkan bahan pelajaran.  Bahan pelajaran berkenaan 

dengan menjawab pertanyaan, yaitu “apa yang akan diajarkan? ”. 

Bahan pelajaran merupakan isi kurikulum yang diberikan kepda 

anak didik  sewaktu berlangsugnya  proses bealajar mengajar. Dalam 

hal ini guru perlu memahami bahan pelajaran terlebih dahulu 

sebelum diajarkan kepada anak didik.

Bahan pelajaran yang ingin disajikan kepada anak didik perlu 

dirancang dan diorganisir dengan baik.  Menurut Nasution, 

mengemukakan bahwa organisasi kurikulum sebagai pola atau 

bentuk bahan pelajaran    yang disusun dan disampaikan kepada 

murid.

7

Ada beberapa jenis organisasi kurikulum yang dapat digunakan 

untuk mencapai tujuan pengajaran, yaitu antara lain: 

a.  Organisasi kurikulum berdasarkan mata pelajaran

b.  Organisasi kurikulum berdasarkan kebutuhan anak

c.  Organisasi kurikulum berdasarkan masalah-  masalah yang 

dihadapi masyarakat.

8

Langkah ketiga dalam merencanakan  proses belajar mengajar 

adalah menentukan metode mengajar. Menentukan metode mengajar 

erat kaitannya dengan pemilihan strategi belajar mengajar yang 

paling efisien dan efektif. Ada beberapa pertimbangan yang perlu 

diperhatikan dalam memilih metode mengajar, yaitu: (a) tujuan 

6

Ansyar, Moh., Pengembangan KurikuLum, Jakarta: P2LPTK. Ditjen Dikti. Depdikbud, 1988, 

hal. 95. 

7

Nasution, S., Didaktik Asas- Asas…, hal. 142.

8

Sukmadinata, Nana Syaodih, Prinsip dan Landasan…, hal. 123. 

5

pengajaran yang dicapai;  (b) bahan pelajaran yang akan diajarkan; 

dan (c) jenis belajar anak didik yang diinginkan.

Langkah yang terakhir dalam merencanakan proses belajar 

adalah merencanakan evaluasi atau penilaian pengajaran. Pada 

dasarnya penilaian adalah suatu proses menentukan nilai dari suatu 

objek atau peristiwa dalam konteks situasi tertentu.

9

Menurut 

Sukmadinata mengatakan bahwa untuk mengevaluasi komponen-komponen dan proses pelaksanaan mengajar bukan hanya digunakan 

tes tetapi juga digunakan bentuk-  bentuk tes, seperti observasi, studi 

documenter analisis hasil, angket, dan checklist.

10

Pelaksanaannya 

dapat berlangsung sewaktu atau Setelah proses belajar mengajar 

berlangsung.

C.  Kegiatan Guru dalam Melaksanakan Kurikulum

Dalam melaksanakan kurikulum seorang guru melaksanakan 

pembelajaran secara rinci mulai dari pendahuluan hingga penutup, guru 

sebagai fasilitator yang memandu siwa dalam proses belajar, guru 

memberikan pendidikan karakter kepada siswa selama mengajar, guru 

memberikan bimbingan kepada siswa dalam belajar dan memberikan 

kebebasan kepada anak untuk menyelidiki, mengamati, belajar, dan 

memecahkan masalah secara mandiri dengan pendekatan saintifik yang 

digunakan dalam metode pembelajaran yang bervariasi untuk 

meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar  Guru memilih dan 

menggunakan media pembelajaran yang bervariasi sesuai dengan 

karakter  mata pelajaran untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam 

mengikuti pembelajaran, dan guru juga memilih sumber belajar yang 

sesuai dan cocok diterapkan dalam proses pembelajaran.

9

Sudjana, Nana, Dasar- Dasar Proses…, hal. 119.

10

Sukmadinata, Nana Syaodih, Prinsip dan Landasan…, hal.121. 

6

Penanaman karakter ini perlu dilakukan oleh semua guru di 

berbagai mata pelajaran berbeda. Peran seorang guru adalah 

menyampaikan ilmu pengetahuan sebagai warisan kebudayaan masa 

lalu yang dianggap berguna sehingga harus dilestarikan. 

Pembelajaran yang efektif hanya akan terjadi jika guru menentukan 

metode, bentuk, dan makna   pembelajaran yang akan disampaikan 

kepada siswa dengan tetap memperhatikan karakteristik siswa. 

Peran guru yang tepat dalam pengembangan dan 

penyampaian pembelajaran adalah guru memilih dan mengubah 

materi pembelajaran yang telah ada agar sesuai dengan kebutuhan 

belajar peserta didik untuk mencapai KD dan KI yang telah 

ditetapkan dalam standard isi.

11

Dalam proses pembelajaran guru dituntut untuk mampu 

menjadi fasilitator, selain itu guru juga harus mampu melaksanakan 

metode pembelajaran. Hal ini dilakukan untuk  meningkatkan minat 

belajar siswa disesuaikan dengan mata pelajaran yang akan 

diajarkan, dengan kata lain guru sudah mengaplikasikan peranya 

sebagai implementer sekaligus adafters dengan menyesuaikan 

karakteristik peserta didik, materi maupun kebutuhan local dengan 

menentukan metode pembelajaran yang bervariasi.

12

D.  Kegiatan Guru dalam Menilai Kurikulum

Pelaksanaan kurikulum yang telah dilakukan guru perlu 

diadakan penilaian atau evaluasi. Penilaian bertujuan untuk 

mengetahui kelemahan dan kekurangan terhadap  komponen-komponen kurikulum. Hasil penilaian ini dapat digunakan sebagai 

11

Tri Andiyanto, “Peran Guru Dalam Implementasi Kurikulum 2013: Stusi Pada TK Mentari 

Kec. Abung Selatan Kab. Lampung Utara”,Jurnal Elementary, Vol. 3, edisi Januari-Juni, 

2017, hal 77.

12

Saraswati dkk, “Peran Guru Dalam Implementasi Kurikulum 2013”, jurnal Pendidikan 

dan Pengajaran, Vol. 1, No. 3, 2020, hal 124. 

7

bahan masukan untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan 

terhdap kurikulum yang berlaku.

Guru sebagai  pengembang kurikulum disekolah sebaiknya 

melakukan penilaian terhadap kurikulum yang sedang 

dilaksanakannya. Kegiatan terbaik bagi guru sebagai pengembang 

kurikulum di sekolah adalah melakukan evaluasi kurikulum secara 

terus menerus dan bersifat menyeluruh.

13

Penilaian kurikulum 

ditujukan pada kurikulum sebagai ide, kurikulum sebagai rencana, 

kurikulum sebagai proses, kurikulum sebagai hasil, tujuan 

pengajaran, bahan pengajaran, kualitas guru, kualitas siswa, sarana 

dan prasarana pengajaran dan lain-lain.

Pendekatan dan teknik penilaian kurikulum itu beragam 

sesuai dengan sasaran, fungsi, dan tujuan penilaian. Untuk menilai 

dimensi kuantitatif, misalnya hasil belajar siswa, depat digunakann 

teknik penilaian berupa tes-tes standard. Sedangkan untuk dimensi 

kualitatif digunakan melalui observasi, wawancara dll.

14

13

Sukamadinata, Nana Syaodih, Prinsip dan Landasan…,hal. 191.

14

Azhar M.Nur, “Tugas Guru Sebagai Pengembang Kurikulum”, Jurnal Ilmiah DIDAKTIKA, 

Vol. XII, No. 1,2011, hal. 64. 

8

BAB III

PENUTUP

A.  Kesimpulan

Kurikulum merupakan program pendidikan yang disediakan 

oleh lembaga pendidikan untuk peserta didiknya, yang 

mencakup metode belajar mengajar, evaluasi pendidikan, 

program  pendidikan,  perubahan pengajar, bimbingan dan 

konseling, supervise, administrasi, serta hal-  hal struktural 

lainnya.

Melalui perencanaan kurikulum, guru dapat memperkirakan 

apa yang hendak diwujudkan dalam proses belajar mengajar. 

Ada beberapa  langkah yang harus ditempuh  dalam 

merencanakan proses belajar mengajar, yaitu : menentukan 

tujuan yang ingin dicapai, menetapkan bahan pelajaran, 

menentukan metode mengajar, dan merencanakan evaluasi atau 

penilaian pengajaran.

Setelah membuat rencana  pengajaran, kegiatan guru 

berikutnya adalah melaksanakan kurikulum. Kegiatan ini disebut 

juga melaksanakan proses belajar mengajar. Ada beberapa 

langkah yang dapat ditempuh guru dalam melaksanakan proses 

belajar mengajar yaitu mempersiapkan anak dan kondisi belajar, 

membahas materi, dan mengadakan penilaian dan tindak 

lanjut,guna untuk mengetahui tingkat keberhasilan pengajaran.

9

DAFTAR PUSTAKA

Ardy W., Novan. Etika Profesi Keguruan. Ypgyakarta: Gava 

Media, 2015

Ansyar, Moh.,  Pengembangan Kurikulum.  Jakarta: P2LPTK. Ditjen 

Dikti. Depdikbud, 1988.

Mulyasa, E., (2006). Menjadi Guru Profesional menciptakan 

pembelajaran kreatif dan menyenangkan. Bandung: Remaja 

Rosdakarya 

Nur, Azam,2011,  “Tugas Guru Sebagai Pengembang Kurikulum”,  Jurnal 

Ilmiah DIDAKTIKA, Vol. XII, No. 1.

Nasution, S.,  Didaktik Asas-  Asas Mengajar, Bandung: Jemmars, 

1986.

Oemar Hamalik,  Kurikulum dan Pembelajaran,  Jakarta: Bumi 

Aksara, 2007.

S. Nasution, Asas- Asas Kurikulum, Jakarta: Bumi Aksara, 2006.

Sudjana, Nana,  Dasar-  Dasar Proses Belajar Mengajar,  Bandung: 

Sinar Baru, 1989.

Sukmadinata, Nana Syaodih,  Prinsip dan Landasan Pengembangan 

Kurikulum,, Jakarta: P2LPTK Ditjen Dikti. Depdikbud, 1988. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DESKRIPSI MATA KULIAH ETIKA DAN PROFESI KEGURUAN

   PETA KONSEP ETIKA DAN PROFESI KEGURUAN Pengertian Etika dan Profesi Keguruan Menurut Para Ahli Guru merupakan salah satu pemodal pendidik...